YPIT Mutiara

Mensikapi Berbagai Ujian dan Musibah

Bapak-Ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, pastikan komitment kita hari ini di hari kelima Ramadhan yang penuh dengan berkah, ampunan dan pembebasan dari api neraka, menjadikan kita  semakin istiqomah meningkatkan Iman dan Taqwa serta Amal Shaleh untuk meraih Ridha Allah beserta AmpunanNYA dengan selalu bersyukur dan saling berbagi untuk meraih kebahagiaan yang hakiki dunia akherat.

Orang mukmin yang benar-benar bertakwa adalah orang yang bisa bersabar ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan, semakin bersyukur ketika mendapatkan berbagai macam kenikmatan, sehingga mampu mempergunakan
untuk sesuatu yang diridhai-Nya dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia.

Setiap manusia selalu saja datang cobaan dalam kehidupannya, cobaan itu datang selalu tidak pernah di duga, dan bahkan cobaan itu kerap kali silih berganti menerpa dan menerjang diri manusia, baik lahir maupun batin, bahkan sampai dengan cobaan yang datang menerjang kondisi ekonominya.

Manusia memang kodratnya harus menerima dan mendapatkan cobaan cobaan dalam hidup.Cobaan dalam perjalanan hidup sejak dilahirkan dari kandungan ibunda hingga cobaan mendekat masa-masa akhir usia menutup mata.

Allah SWT memberikan cobaan agar kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Cobaan yang diberikan Allah SWT jelas dengan tujuan-Nya untuk kita, agar kita bisa lebih mawas diri serta berhati-hati dalam melangkah. Selain itu sebagai mediasi kita sendiri untuk lebih bisa memahami karakter negatif kita akan egoisme diri dari segala sifat maupun watak yang senangnya mau benar sendiri serta suudzon yang berlebihan kepada siapapun.

Alkisah, Ada seorang bapak yang selama hidupnya jauh dari Allah SWT.
Sampai ada satu peristiwa yang begitu mengejutukan sehingga menyadarkan dirinya betapa Maha Besarnya Sang Khaliq telah menegur dirinya.

Anaknya yang pertama, teramat dicintainya mengalami sakit. Tiba-tiba perutnya mengembung. Anaknya menangis terus menerus. Tanpa berpikir panjang dirinya segera membawa anaknya ke rumah sakit. Sebagai seorang ayah tak kuasa dirinya menahan air mata.Dokter sempat mengatakan kesempatan hidup anaknya tidak lama lagi.Tim dokter mmpersiapkan untuk operasi anaknya. Nah disinilah "Siapa yang mengatur hidup mati kita ?, apakah dokter itu yang mengatur ?".

Kemudian bapak tersebut teringat akan dosa-doanya,maka segera berwudlu, menegakkan shalat taubat, berstighfar, bersedeqah dengan ikhlas, berdoa memohon ampun kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan untuk anak tercintanya. Ke esokan harinya operasi dilaksanakan. Lampu operasi sudah menyala. Sementara seorang anak kecil tergeletak tak berdaya.
Sang ayah nampak sangat gelisah. Hilir mudik didepan kamar operasi. Perkataan istrinya sudah tidak digubrisnya lagi. Sang ayah tak henti hentinya berdoa dan beristighfar.

Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari kamar operasi muncul didepan pintu sambil tersenyum. "Bapak, berdasarkan hasil pemeriksaan kami, putra bapak tidak perlu dioperasi,"

Spontan saja sang bapak mengucapkan alhandulillah Ya Alllah. Desah nafasnya terasa ringan. Air matanya bercucuran. Syukur Alhamdulillah berkali-kali diucapkannya dan bersujud.Sujud syukur sambil menangis tak tertahankan. Alangkah nikmatnya rasanya menerima anugerah Allah SWT justru disaat harapan sudah mulai menipis. Begitulah Allah SWT senantiasa memberikan cobaan kepada setiap hamba-Nya agar mendekatkan diri kepada Allah. Subhanallah..

Ujian dan cobaan di dunia merupakan kehendak Allah, siapa pun tidak bisa terlepas darinya. Bahkan, itulah warna warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan mrupakan tanda kebenaran dan,kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT

Perlu kita sadari sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi tubi menerpa hidup kita merupakan satu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Tidak satu pun diantara kita yang mampu menghalau ketentuan tersebut.

Keimanan,keyakinan,tawakkal dan kesabaran yang istiqamah amatlah sangat kita butuhkan dalam menghadapi badai cobaan yang menerpa. Sehingga tidak menjadikan diri kita berburuk sangka kepada Allah SWT terhadap segala Ketentuan-Nya.Tidaklah pantas pula memiliki sifat dan watak yang gemarnya bersuudzon kepada sesama, apalagi kepada Sang Pencipta..

Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, kita sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Dan haruslah diyakini bahwa tidaklah Allah mnurunkan berbagai musibah melainkan sebagai ujian atas keimanan yang kita miliki. Allah berfirman: “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan sehingga berkatalah Rasul dan orang orang yang bersamanya : "Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat." (QS. Al Baqarah : 214)

Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang muslim dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialaminya.  Sebagaimana dalam firman-Nya : “…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146)

Membaca,memahami dan mengamalkan surat alfatehah sebagai doa dalam
menggapai kesabaran hidup:

  • "Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani".
  • Segala puji bagi Allah,Tuhan smesta alam. Yang maha pmurah lagi maha mengasihani. Yang menguasai hari pembalasan.
  • Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.
  • Tunjukilah kami jalan yang lurus.
  • Yaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

 

Allah SWT dengan segala firmannya yang tertera didalam Al-Qur'an tentang kesabaran adalah :

1). Sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena takut ancaman Allah,Kita harus selalu berada dalam keimanan dan meninggalkan perkara yang diharamkan. Yang lebih baik lagi adalah,sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena malu kepada Allah. Apabila kita mampu muraqabah (meyakini dan merasakan Allah sedang melihat dan mengawasi kita)  maka sudah seharusnya kita malu mlakukan maksiat,karena kita menyadari bahwa Allah SWT selalu melihat apa yang kita kerjakan.Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, di surah Al Hadid ayat 4
”…….. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”

2).  Tingkatan sabar yang kedua adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah,dengan terus-menerus mlaksanakannya, memelihara keikhlasan dalam mengerjakannya dan memperbaikinya. Dalam menjalankan ketaatan, tujuannya hanya agar amal ibadah yang dilakukan diterima Allah, tujuannya semata-mata ikhlas karena Allah SWT.

Beberapa Hal Yang Akan Menuntun Seorang Hamba Untuk Bisa Sabar dalam Menghadapi Ujian Dan Cobaan:

1).   Sebaiknya kita merenungkan dosa dosa yang telah kita lakukan. Dan Allah mnimpakan ujian atau musibah-musibah tersebut disebabkan dosa-dosa kita . Sebagaimana firman Allah SWT : “Dan apa saja musibah yang mnimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy Syuro : 30).

Apabila seorang hamba menyadari bahwa musibah-musibah yang menimpa disebabkan oleh dosa-dosanya. Maka dia akan sgera bertaubat dan mohon ampun kepada Allah dari dosa-dosa yang telah dilakukannya

Dan Nabi Muhammad saw bersabda:  “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sbagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi.

2).   Kita harus menyakini dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah selalu bersama kita. Dan Allah telah memberikan jaminan untuk kita dalam surah Al Baqarah ayat 286, bahwa  "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya."
Dan Allah cinta dan ridha kepada orang yang sabar.Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya :
"Dan sabarlah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. " (QS Al Anfal : 46)
"…Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." (QS.Al Imran : 146)
Bersabarlah maka kita akan melihat btapa dekatnya kelapangan. Barangsiapa yang muraqabah (merasa  diawasi) Allah dalam seluruh urusan, ia akan menjadi hamba Allah yang sabar dan berhasil melalui ujian apapun dalam hidupnya. Kesabaran yang didapatkan ini, berdasarkan pada petunjuk Allah dalam Al Quran, surah At Thur ayat 48  : "Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,dan ketahuilah, bahwa barangsiapa yang mengharapkan Allah, maka  Allah akan ada dimana dia mengharap."

3).    Kita harus mengetahui bahwa jika kita bersabar,maka akan mendatangkan ridha Allah, karena ridha Allah SWT, terdapat dalam kesabaran kita, terhadap segala ujian dan ketentuan takdir-Nya, yang kurang kita sukai.

"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila tertimpa musibah mengucapkan, 'Kami berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya" (QS 2:155-156).

Sabar memiliki kdudukan tinggi yang mulia dalam pandangan Allah SWT.
Oleh karena itu, Al Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sabar setengah dari keimanan dan setengahnya lagi adalah syukur.

Sabar merupakan perintah Mulia dari Rabb Yang Maha Mulia, dalam firman-Nya:"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,.." (QS. Al-Baqarah: 153)

Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,..… (QS.Ali Imran: 200)

Jadi jelaslah bahwa dari ke dua ayat diatas menerangkan bahwa sabar merupakan perintah dari Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Terlebih lagi, Allah
SWT kuatkan perintah sabar trsbut dalam ayat yang kedua. Barangsiapa yang memenuhi kewajiban itu, berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.

Nah mari kita sama-sama berusaha untuk mencoba renungkan, bukankah kita selalu mampu untuk bisa sabar dalam menerima ujian-Nya yang berupa nikmat hidup ?. Maka sudah seharusnya kita juga harus bisa sabar dalam menerima unjian-Nya yang berupa kehilangan nikmat hidup, istilahnya, jangan mau terima yang enak-enak saja Karena yang enak itu belum tentu nikmat untuk dirasakan dalam hidup, dan justru bisa menjadikan racun serta jurang yang membahayakan kita dalam hidup yang sesungguhnya.

Jadi kita sebaiknya harus bisa bersabar dalam menghadapi segala macam ujian dalam hidup kita, terutama setelah kita mngetahui keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi hamba-Nya yang bersabar.

Semoga bermanfaat untuk kita semua sebagai manusia yang memiliki hati serta ketakwaan kepada Allah SWT. Dan adapun kesempurnaan itu adalah milik Allah SWT, namun kekurangan dan kealfaan adalah bagian dari kodrat hidup kita sebagai manusia yang harus bisa untuk lebih baik dari kekurangan dan kealfaan tersebut.

Wassalamu’alikum Warahmatullahi Wabarkatuh

 

Abdul Ghaffar

Sambutan Ketua YPIT Mutiara Menyambut Ramadhan


Bulan ini kita berduka cita karena Ibu Wik, Guru Bahasa Inggris SDIT Mutiara berpulang ke rahmatulloh. Kita mendo’akan semoga Almarhumah mendapat tempat paling mulia di sisi-Nya dan semua khilafnya diampuni-Nya serta keluarganya tabah.

Mengisi Bulan Suci Ramdhan kali ini ada yang special kita adakan untuk pertamakalinya oleh YPIT Mutiara Duri, yakni Tarawih berjamaah satu juz setiap malam. Beberapa hal yang mendasari perlunya tarawih satu juz per malam ini yakni untuk lebih mencintai Alquran, mengkhatam Alquran di Bulan Suci dan membiasakan sholat sunnat yang panjang.

Kecintaan pada Alquran akan tumbuh apabila Alquran dibaca secara rutin, misalnya satu juz satu hari. Selain membaca juga mendengar dari Imam Sholat, sehingga pada bulan suci Romadhon minimal akan khotam satu kali dengan mendengar Imam dan dapat khatam dua kali apabila kita juga membaca satu juz per hari. Namun jangan khawatir sholaat akan berlangsung lama, karena Mesjid Nurul Ilmi YPIT Mutiara tidak akan mengadakan Ceramah Tarawih Ramadhan, selesai Sholat Isya dan Sunnat Isya, langsung Tarawih satu juz Alquran. Sehingga akan selesai sekitar jam 21.00 sama dengan mesjid-mesjid lainnya.

Selain program satu malam satu juz, YPIT juga mengdakan berbagai lomba untuk kalangan Pendidik dan Siswa, yakni Hafalan, Tadarus, Ceramah dan Silaturahmi bersama Orangtua/Wali, masyarakat dan Yayasan. Semuanya ini untuk menyemarakan Bulan Suci Ramadhan.

Bagi anda yang akan berinfaq membantu program – program di atas, kami sangat berterimaksih sebelumnya semoga kebaikannya dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt dan ibadah Puasa kali ini mabrur adanya.

Alhamdulillah proses belajar tahun ajaran 2014-2015 telah selesai dengan mengantarkan siswa/I pada jenjang berikutnya. Setumpuk prestasi dan kelulusan dicapai dengan sangat baik oleh mereka. Demikian juga Proses Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2015-2016 sudah lebihd ari 90 % terisi, hanya beberapa kursi tersisa untuk TKIT dan SMAIT. Silahkan bagi yang belum mendaftar ke TKIT dan SMAIT untuk segera mendaftar.

Tahun ajaran baru Mutiara akan menambah jumlah penerimaan Siswa SMP dan SMA menajdi masing-masing 6 kelas, dari 5 kelas saat ini. Untuk itu YPIT sudah merampungkan pembangunan Bangunan Kelas dan fasilitas pendukung sebanyak 12 lokal pada gedung lima lantai yang juga menghubungkan antara gedung-gedung yang sudah ada dengan Mesjid.

Selamat menjalani Ibadah Puasa di Bulan Suci Romadhon. Mohon maaf lahir dan bathin.

Salam wa rohmah wa barokah ilaika fi awalihi wa akhirihi

Agus Saepul Dahlan

Director of LAZNas Karyawan Muslim Chevron Indonesia and YPIT Mutiara Duri

 

Pesan Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-Ibu sahabat sehati yang beriman, bertaqwa, dan berahlaq mulia, calon penghuni surga yang dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kita kemdahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berhtiar, berdo'a, bertawakkal, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat dengan ikhlas serta saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar.

"Pesan Rasulullah menyambut bulan Ramadhan"


Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan ramadhan dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kita diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafas kita menjadi tasbih, tidur kita ibadah,amal-amal kita diterima dan doa-doa kita diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbing kita untuk melakukan shiyam dan semakin nikmat merasakan istiqamah taat beribadah dan melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan larangan Allah sesuai dengan yang kita baca dalam Alqur'an..
 
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah rasa lapar dan haus kita dihari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tua kita, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraan, jaga lidah kita, tahan pandangan kita dari apa yang tidak halal kita memandangnya dan pendengaran kita dari apa yang tidak halal kita mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatim. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih; Dia menjawab kita ketika kita menyeru-Nya, menyambut kita ketika kita memanggil-Nya dan mengabulkan doa kita ketika kita berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”  
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa mmutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
 
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain
 
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
 
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’. “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”


“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kmerdekaan dirinya dari neraka.Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw,“Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
 
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa,niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
Selamat mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menjadikan shaum ramadhan kita tahun ini merupakan ibadah shaum ramadhan yang terbaik sepanjang hayat.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Abdul Ghaffar

 

 

Semangat Meningkatkan Iman dan Taqwa menyambut Bulan Ramadhan

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bapak-Ibu sahabat sehati yang beriman, bertaqwa,dan berahlaq mulia, calon penghuni surga yang dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kita kemdahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berhtiar, berdo'a, bertawakkal, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat dengan ikhlas serta saling mengingatkan, mengarahkan kejalan yang benar dengan sabar.

Insya Allah dalam hitungan hari kita akan dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan berkah, bulan ampunan dan bulan yang akan membebaskan kita dari adzab neraka.
Suasana spiritual di bulan suci Ramadhan demikian sangat kental. Kondisi ruhani di bulan ampunan ini demikian sangat hidup.Semangat ketaatan di bulan penuh rahmat ini demikian sangat tinggi. Gelora ibadah dan pengabdian demikian sangat khusyu’. Kita temukan dan kita rasakan di bulan suci yang penuh kebaikan.

Suasana yang sedemikian hebat tentu, kita rindukan tidak hanya di bulan Ramadhan, kenapa? Karena tantangan hidup sudah demikian sangat kompleks dan pelik, sehingga dibutuhkan energi jiwa yang kuat, spirit amal shaleh yang seimbang, dan semangat konsistensi diri dalam fitrah insani. Ini yang menjadi bekal mengarungi kehidupan.

Mempertahankan Semangat Ramadhan


Bagaimana kita bisa mempertahankan suasana dan semangat ramadhan? Adalah dengan sikap istiqomah atau konsisten. Berusaha sekuat tekad dan tenaga untuk senantiasa melaksanakan ketaatan dan peribadatan dalam setiap situasi dan kondisi.Sebaik-baik amal perbuatan adalah yang berkesinambungan meskipun kuantitasnya sedikit.” Begitu sabda Rasulullah saw.

Rasulullah saw. tidak senang terhadap orang yang ngebut dan ngebet dalam menjalankan suatu ibadah kemudian ia jenuh dan akhirnya meninggalkannya sama sekali.

Perkara istiqomah inilah yang menjadikan Rasulullah saw. pun harus keluar uban putih dari kepalanya yang mulia.

Firman Allah dalam surat Hud Ayat 112- 113 yang di dalamnya disebutkan perintah untuk istiqamah.”

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.”

Semangat Istiqomah Sahabat Nabi Bagaimana para sahabat Nabi menjalankan peribadatan dan ketaatan. Yaitu dengan semangat istiqamah.

Pernah ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah saw. satu kata atau satu ajaran yang ia tidak akan bertanya lagi selainnya dalam kehidupan ini. Maka Rasulullah saw. menjawab: “Katakanlah saya beimanan, kemudian istiqamahlah.”

Pertanyaan yang manusiawi, pertanyaan sebagai bekal dan pegangan hidup yang dibanggakan dan diamalkan.

Dan jawabannya pun tidak panjang apalagi berbelit berbelit. Hanya dua kata kunci kehidupan, yaitu iman dan istiqamah.

Di beberapa ayat dan hadits yang berbicara tentang istiqamah, pengungkapannya menggunakanan kata sambung tsumma, yang dalam istilah bahasa Arab berarti untuk waktu dan proses yang tidak sebentar. Kalau dalam bahasa Indonesia berarti kemudian. Bukan menggunakan kata sambung fa’ -yang berarti maka, untuk waktu yang singkat-. Artinya apa? Bahwa menjalankan ibadah dan melaksanakan ketaatan itu sepanjanng nafas tsumma, selama perjalanan hidup, sampai menemui Rabbul Izzah dengan husnul khatimah.

Bagaimana Bersikap Istiqamah?
Salah satunya adalah dengan doa. Doa agar kita diberi sikap istiqamah. Dan ternyata doa istiqomah ini boleh jadi kita ulang-ulang dalam rangkaian doa bakda shalat wajib kita. Doa yang diajarkan Rasulullah untuk dibaca setiap selesai shalat fardhu.

“Allahumma ‘ainnii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatik. Ya Allah, tolong saya untuk senantiasa dalam kondisi dzikir mengingat-Mu. Tolong saya untuk selalu mensyukuri nikmat-nilmat-Mu. Dan tolong saya untuk memperbaiki peibadatnku kepada-Mu.”

Kata kunci dari doa ini adalah sikap istiqomah.

Doa begitu ampuh, doa menjadi senjata seorang muslim. “Ad Du’au silahul mukmin. Doa itu senjata orang muslim.”

Dan inilah yang menjadi rahasia mengapa dalam ayat-ayat shaum atau ditengah-tengah ayat shaum disebutkan dahsyatnya doa. Doa yang pasti Allah swt. kabulkan.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku,maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Betapa tidak, Ramadhan yang begitu banyak ragam ibadah, mulai dari sahur, ifthor, tilawah, tarawih, memperbanyak nawafil, i’tikaf, memburu lailatul qadar, menunaikan zakat, infaq dan sedekah dan yang lain-lainnya membutuhkan kekuatan doa. Doa agar Allah swt memberi kekuatan melaksanakan kebaikan itu semua. Itu adalah hidayah Allah swt. yang tentu sangat mahal. Hidayah dimudahkan kita melaksanakan ibadah dan ketaatan. Dan lihat, potongan akhir ayat di atas. “Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Inilah sikap istiqomah itu. Sehingga sangat erat hubungannya antara doa dan sikap istiqomah.

Tips sederhana namun penuh makna. Berdoa dengan sepenuh hati dan sepenuh semangat menjalankan nilai doa itu dalam kehidupan sehari-hari.


Istiqomah Mengantarkan ke Surga

Allah swt. berfirman dalam surat Fushshilat ayat 30-32:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kpdmu. Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Setiap kita pasti mengharapkan kemudahan dalam setiap kehidupan, kehidupan dunia apalagi kehidupan di akhirat kelak. Dalam kondisi apa pun di dunia ini, apalagi situasi sekarang ini, di mana dunia Barat mengalami krisis ekonomi yang hebat, padahal notabene mereka adalah negara-negara kaya, namun bagi orang yang beriman dan yang istiqamah tidak akan pernah goyah, selalu ada tangan Malaikat yang membantu keluar dari setiap persoalan. Dan mereka disiapkan surga oleh Allah swt. di akhirat kelak.


Selamat meningkatkan semangat Iman dan Taqwa dalam menyambut datangnya bulan ramadhan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Abdul Ghaffar

 

 

Nikmatnya Bertolong Menolong Dalam Kebaikan

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-Ibu sahabat sehati yang beriman, bertaqwa,dan berahlaq mulia, calon penghuni surga yang dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berihtiar, berdo'a, bertawakkal, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat dengan ikhlas serta saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar.

Nikmatnya bertolong menolong dalam kebaikan

Semua olah ragawan profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohammad Ali lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia akan menang melawan pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang ...

"TIDAK DAPAT IA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "Kelemahan Diri atau Blind Spot".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,skaligus utk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

- Kita butuh orang lain
- Yang menasihati,
- Yang mengingatkan,
- Yang mengarahkan,
- Yang membimbing,
- Bahkan yang menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru,
Yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI kita
- Untuk menerima kritikan,
- Untuk menerima nasihat,
- Dan untuk menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri..
Selamat menikmati indahnya bertolong menolong dalam kebaikan menuju ridha dan hidayah Allah.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Abdul Ghaffar