YPIT Mutiara

TAUBAT NASUHA SEBAGAI KUNCI MENUJU SUKSES DUNIA AKHIRAT

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah, Allah karuniakan kita kesempatan hidup kembali setelah dimatikan beberapa saat, semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berdo'a, berihtiar, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat nasuha dengan ikhlas serta brtawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

 

TAUBAT NASUHA SEBAGAI KUNCI MENUJU SUKSES DUNIA AKHIRAT.

ada 10 daftar dosa besar yang membuat terkunci hingga Allah murka kepada kita...

diantara 10 dosa besar itu :

  1. Syirik (yang pernah kedukun)
  2. Meninggalkan Shalat 5 waktu
  3. Durhaka - kepada 2 orang tua kita,-> harus minta maaf langsung dan mendo'akan !!!.
  4. Zina - zina mata (suka liat gambar porno, video porno atau semi porno, berzinah seperti layaknya suami istri, ciuman (kissing), dan suka selingkuh!
  5. Rizqy Haram dengan menghalalkan segala macam cara.
  6. Mabok dan Judi.
  7. Memutus Silaturrahim
  8. Bohong (nuduh zina, saksi palsu)
  9. Kikir / pelit ---tidak bayar zakat dan sedeqah.
  10. Ghibah / Gosip

 

Akibat dari salah satu dosa besar itu, kita selalu ditimpa bencana di dunia. Sebenarnya Allah itu sayang sama kita ! khususnya di dunia ini bagi yang masih hidup, tapi dasar hati kita itu sudah mati, tidak bisa baca keadaan diri kita, kenapa kita selalu ditimpa musibah?

Sebenarnya teguran dari Allah seperti sakit atau musibah lain, dapat kita ambil hikmahnya agar kita segera taubat, karena kalau Allah kasih teguran yang lebih hebat, ketika manusia punya dosa timbul bisul besar di tubuhnya, bisa di bayangkan seperti apa bentuk manusia yang punya dosa besar?

 

Caranya taubat :

  1. mandi taubat = tujuannya pensucian jasmani dan ruhani.. untuk memulai kehidupan baru yang bersih...
  2. niatnya : aku niat mandi taubat karena Allah ta'ala. (dalam hati, karena di kamar mandi). Lalu siram dan basahi rambut, dan badan seperti biasa dan bersihkan badan..
  3. Ambil wudhu
  4. Sholat Sunah Taubat.

 

Niat Shalat Taubat :

- Niat shalat taubat: Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.

 

Bacaan Shalat Taubat

  • Rakaat pertama: Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun
  • Rakaat kedua: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas, atau yang mudah di baca dari ayat alquran.
  • Doa Dan Bacaan Setelah Shalat Taubat Setelah salam, lalu membaca istighfar 100 kali (astagfirullah al aziim min jami'il ma'ashi waz zunub taubatan nasuha wala haula walaquwata illa billah hil aliyil azim), kemudian bertasbih (Subhanallah 33x ) bertahmid ( Alhamdulillah 33x ) dan bertakbir ( Allahu akbar 33x ), bertahlil laa ilaha ilallah 33x atau 100x.
  • Baca sholawat nabi " allahuma sholi ala sayidina muhammad wa ala ali sayidina muhammad 11 x..
  • Kemudian berdoa mohon ampun dan menyesali perbuatan dosa dari hati yang paling dalam...setelah itu,mohon rahmat,hidayah,dan maghfirahNYA dan kmuliaan hidup dunia akhirat,berjanji tidak akan mengulangi berbuat dosa lagi sampai akhir hayat,walaupun kita manusia sering lupa,tapi kita harus istiqamah taubat dan memperbaiki diri kearah positif.

 

4.Pastikan istiqamah menegakan sholat 5 waktu dan beristigfar sehabis sholat kalau mampu 100x atau semampunya.. beramal shaleh dengan ikhlas,agar Allah muliakan dan memberkati hidup kita.

 

Semoga Allah karuniakan kemudahan kepada kita untuk segera tobat sebelum ajal tiba.

 

Dari Abdullah bin Umar -radhiallahuanhuma- dari Nabi -alaihi shshalatu wassalam- beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.” (HR. At-Tirmizi no. 1531, Ibnu Majah no. 3407

“Maka Aku berkata (kepada mereka), Mhnlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”. (S.Nuh [71]: 10-12).

 

Syarat taubat nasuha.

  1. Menyesali segala perbuatan dosanya.
  2. Berjanji dan bersungguh-sungguh tidak mengulangi (mengikrarkan diri).
  3. Mengubah perbuatan2 yang negatif mnjadi perbuatan2 positif yang brmanfaat.
  4. Hidupnya selalu diiringi dengan istighfar.

 

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan menjadi hamba Allah yang selalu mengingat kematian, selalu diberikan ampunanNya dan hidup semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT

Amin Ya Rabbal Alamin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Optimalkan Potensi Diri untuk Menggapai Khusnul Khotimah

 

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, 

Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat bribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat.

Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, di genggaman-Mu segala apa yang ada di alam, Engkau Yang Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan, Maha Penerima Taubat dari hamba-Mu yang bertaubat, Engkau Yang Maha Dahsyat siksa-Mu, Engkau Yang Maha Luas Karunia-Mu, Tiada IIlah Yang Haq kecuali Engkau, Kepada-Mu Ya Allah kami semua akan kembali.

Sungguh ”Tiada suatu haripun yang fajarnya menyingsing dari ufuk Timur melainkan ia berseru :”Wahai anak Adam! Aku adalah makhluk yang baru dan aku menjadi saksi seluruh amal perbuatanmu, maka ambillah bekal dari padaku, sungguh aku tidak akan pernah kembali lagi hingga datangnya hari kiamat nanti. “ Abu Nu’aim.

Bila detik, menit, dan hari terus berlalu dan tak pernah kembali… lalu apa yang bisa dan sudah kita lakukan untuk menyongsong Yaumul Hisab wahai diri?.

Sekiranya detik dan menit dalam hidup ini hanya bernilai rupiah dan dolar atau materi semata, apa kira-kira yang akan menjadi pemberat amal kita kelak?

Jika langkah-langkah kaki kita yang menapaki bumi ini hanya sebatas rutinitas yang hampa akan nilai kesholihan, mampukah kiranya kita memijak panasnya bumi Mahsyar kelak?

Dan kalaulah ketaatan kita sangat minim, bisakah kita menerima raport amal kita kelak dengan tangan kanan?

Wahai diri yang saat ini sedang penat dan letih, yang tersungkur dibawah tindihan beban hubbud dunya –cinta dunia-.

Wahai diri yang saat ini sedang suntuk dan gelisah dihadapan onggokan noda dan dosa, maksiat dan kesalahan. Tengoklah kebelakang tapak-tapak kehidupan kita, dan juga pandanglah kedepan arah perjuangan ini, cermati arahan uswah kita Muhammad saw,

“Wahai sekalian manusia, sungguh…dalam hidup kalian ada rambu-rambu petunjuk jalan, maka ikutilah rambu rambu itu, dan sungguh pada hidup kalian semua ada batas akhir, maka berhentilah pada batas yang telah ditentukan. Sesungguhnya seorang mukmin itu, senantiasa berada pada dua rasa takut: antara kehidupan yang telah ia lalui, dimana ia tidak tahu apa yang diperbuat Allah terhadap dirinya. Apakah Allah catat dia bersama orang-orang yang soleh atau sebaliknya? dan waktu hidup yang masih tersisa, dimana ia tidak tahu apa yang ditetapkan Allah terhadapnya. Apakah husnul khotimah ataukah sebaliknya, na’udzubillah. karena itu hendaklah seorang hamba mengoptimalkan potensi dirinya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, menggunakan kehidupan dunianya sebaik-baiknya untuk membangun kemegahan akhiratnya, menggunakan masa mudanya sebelum tuanya dan mengoptimalkan detik-detik kehidupan ini sebelum ajal, demi Dzat yang jiwa Muhammad digenggaman-Nya, sesudah kematian tak ada kepayahan, sesudah dunia ini tak ada kehidupan, melainkan Syurga atau Neraka”. Ibnu Abbas

Diriku…,Sungguh perjalanan hidup ini masih panjang dan melelahkan, bekal kita amatlah sedikit, sedang tempat kembali kita…?

Kita tidak tahu wahai diri ….! Apakah Syurga ataukah Neraka?

Maka apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk meraih keindahan hidup kelak, lakukanlah dengan terus mencermati Kalam Allah 9:105.

“Bekerjalah, berbuatlah, beramallah, Allah dan Rasul-Nya juga orang-orang beriman akan senantiasa melihat amal-amalmu.”

Hanya kepada Allah harapan kita gantungkan. Harapan husnul khatimah dan meraih ridho Allah swt. Amiin.

Selamat beribadah menuju khusnul khotimah.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

 

Merasakan Nikmat dan Lezatnya Iman

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah,berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

Merasakan Nikmatnya Iman

Mengapa kebanyakan kita mengalami masalah untuk bisa merasakan nikmatnya keimanan, lezatnya ketaatan, khusyuknya peribadahan dan manisnya amal kebajikan? Umumnya karena level keberagamaan kita masih bersifat setengah-setengah, atau bahkan lebih rendah lagi.

Level dan sifat keberagamaan mayoritas kita umumnya masih berada di tataran seremoni (semangat peringatan-peringatan), atau formalitas, atau maksimal wacana pemikiran teoritis belaka. Padahal keimanan dan keislaman sejati itu seharusnya benar-benar bisa merasuk ke hati, menyatu dengan jiwa, dan mewujud dalam rasa cinta dan ridha nan nyata. 

Agar bisa merasakan nikmatnya amal saleh dan khusyuknya ibadah, kita memang harus beragama setotal mungkin. Dan syarat mutlaknya adalah, hawa nafsu harus mampu ditundukkan dan dikendalikan. 


Karena selama masih ada hawa nafsu tertentu yang secara permanen atau hampir permanen selalu diperturutkan, selama itu pula sikap ogah-ogahan akan senantiasa menyertai pelaksanaan setiap amal saleh dan penunaian setiap ibadah. Karena umumnya ketaatan itu memang masih disikapi sebagai beban berat yang harus ditanggung dan dilepaskan, dan belum dirasakan sebagai kebutuhan hidup yang dirindukan rasa nikmatnya dan buah lezatnya.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (secara total), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Tak sempurna iman seseorang dari kalian sampai hawa nafsunya tunduk mengikuti ajaran yang aku bawa (Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah: Hadits hasan shahih yang kami riwayatkan dalam kitab Al-Hujjah dengan sanad yang shahih).
Dalam hadits lain, Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (yang artinya):
“Telah bisa merasakan nikmat/lezatnya iman, orang yang telah ridha terhadap Allah sebagai Tuhan (nya), ridha terhadap Islam sebagai agama (nya) dan ridha terhadap Muhammad (shallallahu ‘alaihi wasallam) sebagai rasul (nya).” (HR. Muslim dari Al-‘Abbas radhiyallahu ‘anhu).

Dan di dalam riwayat yang lain lagi Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):
“Ada tiga hal di mana jika ketiganya ada dalam diri seseorang, maka ia bisa merasakan manisnya iman, yaitu:

  1.  Jika Allah dan Rasul-Nya telah ia cintai melebihi kecintaannya terhadap selain keduanya;
  1. Jika ia mencintai seseorang benar-benar hanya karena Allah; dan
  2. Jika ia benci untuk kembali kepada kekufuran seperti kebenciannya andai ia dilemparkan ke dalam api.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).


Jadi rumusnya adalah: Tak memperturutkan hawa nafsu/menundukkan dan mengendalikannya = tak mengikuti langkah-langkah syetan = beriman dengan sepenuh rasa cinta hati dan ridha jiwa = berislam secara total = manisnya beriman, nikmatnya berislam dan lezatnya berketaatan!


Sedangkan rumus sebaliknya ialah: Memperturutkan hawa nafsu = mengikuti langkah-langkah syetan = beriman sebatas teori logika, tak turun ke hati, dan tak sampai menjiwai = berislam secara setengah-setengah = beriman sebagai beban, beribadah terasa hambar, dan berketaatan terpaksa dan menjenuhkan!

Semoga Allah karuniakan kita kemudahan merasakan nikmatnya Iman dengan mengoptimalkan segala potensi yang Allah karuniakan untuk mengendalikan hawa nafsu agar tunduk patuh kepada Allah SWT dengan ikhlas.

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

Cara Menenangkan Hati yang Terbaik dengan Bersabar, Berpikir Positif, Berdzikir Mengingat Allah, dan Sholat

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas, serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan kejalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

Menenangkan hati diperlukan ketika hati sedang gelisah. Ketika masalah terjadi yang mengakibatkan kegelisahan, menenangkan hati menurut Islam menjadi pilihan. Hidup tidak mungkin tanpa masalah karena sudah menjadi fitrah manusia.

Bagaimana cara menenangkan hati dalam Islam?

Cara menenangkan hati dalam Islam diantaranya adalah dengan berdzikir mengingat Allah. Dengan berdzikir, kita akan merasa bahwa masalah yang terjadi adalah atas kehendak-Nya. Allah sedang menguji kita dengan masalah yang terbaik menurut Allah..

Selain berdzikir mengingat Allah SWT, ada beberapa cara menenangkan hati dalam Islam yang bisa menjadi penawar kegelisahan yang terjadi. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya kecuali dalam batas kemampuannya.

SABAR

Dengan kesabaran,manusia akan lebih bisa menghadapi masalah yang berat sekalipun. Ketika Nabi Muhammad SAW menghadapi cobaan selalu dihadapi dengan kesabaran. Menenangkan hati dengan sabar sesuai dengan firman Allah yang artinya “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

 

BERPIKIRAN POSITIF

Selalu berpikiran positif akan sangat membantu untuk menenangkan hati yang sedang glisah. Jangan sampai kita memiliki pikiran yang negatif tentang masalah yang sedang terjadi,apalagi sampai menyalahkan atau menuduh bahwa Allah tidak bertindak adil terhadap diri kita.Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya.

Untuk menenangkan hati, Allah telah berjanji bahwa ada kemudahan dalam setiap kesulitan sebagaimana firman Allah yang artinya “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

 

BERDZIKIR (MENGINGAT ALLAH)

Cara menenangkan hati dalam Islam sebagaimana yang telah dijelaskan di atas adalah dengan mengingat Allah, kita dapat menghadapi persoalan dengan lebih tenang. Allah telah berjanji, bagi siapa saja yang mengingat-Nya, maka di dalam hatinya akan terisi dengan ketenteraman.

Satu hal yang harus diingat, untuk dapat menenangkan hati, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan hati, lisan,dan perbuatan yang tidak dapat dipisahkan.

Sebagaimana firman Allah yang artinya “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram”(Qs Ar-Ra’du 28)

 

SHOLAT

Sholat merupakan ibadah yang bisa menenangkan hati, penangkal dan penawar berbagai penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit.

Jadi, untuk cara menenangkan hati dalam Islam adalah dengan bersabar, berpikir positif, berdzikir mengingat Allah, dan sholat. Karena semua itu adalah solusi segala persoalan, termasuk masalah penyakit hati seperti rasa gelisah, resah, gundah, gulana, galau dan lain sebagainya.

Selamat menenangkan hati dengan smakin istiqamah bersabar,berpikir positif, berdzikir mengingat Allah, dan sholat dengan khusyuk, Amin ya robbal ‘alamin.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

 

Nikmatnya bertaubat sebelum terlambat

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ  


‎ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bapak-Ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, pastikan komitment kita hari ini semakin istiqamah meningkatkan Iman dan Taqwa serta Amal Shaleh untuk meraih Ridha Allah beserta mpunanNYA dengan selalu bersyukur dan saling berbagi untuk meraih kebahagiaan yang hakiki dunia akherat.

Nikmatnya bertaubat sebelum terlambat

Sudah kodrat manusia tempatnya salah dan dosa serta lupa terhadap perbuatan tercela yang sudah dilakukan. Namun, Allah senantiasa membuka luas pintu taubat dan keampunanNya kepada mereka yang mau bertaubat.

Sebesar apapun dosa kita Insya Allah jika melakukan taubatan nasuha (taubat se murni-murninya) Allah akan mengampuni dosanya terkecuali dosa syirik.

"Katakanlah! Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas trhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Dialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kpdmu kmudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS.Az-Zumar 53:54)

"Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah menerima taubatnya." (HR.Muslim)

"Siapa yang bertaubat seblum Rohnya berada dikerongkongan (sakaratul maut), maka Allah menerima taubatnya”. (HR.Ahmad dan Turmizi. Shahih Jam'i 6132)

 

Syarat Taubat :

  1. Ikhlas ingin bertaubat.
  2. Tidak akan mngulangi perbuatan dosa selamanya
  3. Menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan.
  4. Harus punya tekad dalam hati tidak akan melakukan dosa untuk selamanya.
  5. Segera bertaubat sebelum ajal tiba
  6. Menegakkan shalat Taubat dengan khusyuk, waktu 2/3 malam terakhir.
  7. Bertasbih dengan membaca "Laaillaha illa anta subhanaka inni kuntu mina dholimiin"
  8. Perbanyaklah istighfar dengan penuh harap dan cemas.

 

 

 

 


Tanda diterimanya taubat oleh Allah, di jelaskan oleh Ibnu Qayyim :

  • Setelah bertaubat, kita akan lebih baik dari sebelumnya
  • Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dengan ikhlas karena Allah
  • Istiqamah dalam ketaqwaan dan takut terhadap dosanya serta siksa Allah walau sekejap mata.
  • Lembut hatinya setelah bertaubat.

 

 

 


Semoga Allah karuniakan kemudahan kepada kita segera bertaubat sebelum terlambat.

Selamat bertaubat sampai akhir hayat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Abdul Gaffar