YPIT Mutiara

Optimalkan Potensi diri untuk Beramar Ma'ruf Wa Nahi Mungkar(bersambung) 5 of 5

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas

serta bertawakkal dengan saling mngingatkan, mngarahkan kejalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

 

Optimalkan potensi diri untuk beramar ma'ruf wa nahi mungkar

 

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengingkari thagut (semua yang di abdi selain Allah sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah saw, kita akan banyak menemukan fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa.

Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi scara kuat untuk melakukan dakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

Mengetahui keutamaan dakwah termasuk faktor terpenting yang mempengaruhi konsistensi seorang muslim dalam berdakwah dan menjaga semangat dakwah, karena keyakinan terhadap keutamaan dakwah dapat menjadikannya merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya.

 

1.  Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)

2.  Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)

3. Dakwah memiliki keutamaan yang besar karena para da’i akan mmperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda (al-hushulu ‘ala al-ajri al-‘azhim).

4.Dakwah dapat mnyelamatkan kita dari azab Allah Subhanahu Wata’ala (An-Najatu minal ‘Azab)

Al-Hayatu Ar-Rabbaniyyah

5.  Dakwah adalah Jalan Menuju Khairu Ummah

Rasulullah saw berhasil mengubah msyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik spanjang zaman dengan dakwah beliau. Dakwah secara umum dan pembinaan kader scara khusus adalah jalan satu satunya menuju terbentuknya khairu ummah yang kita idam-idamkan. Rasulullah saw melakukan tarbiyah mencetak kader kader dakwah di kalangan para sahabat beliau di rumah Arqam bin Abil Arqam ra, beliau juga mengutus Mush’ab bin Umair ra ke Madinah untuk membentuk basis dan cikal bakal masyarakat terbaik di Madinah (Anshar).

Jalan yang ditempuh oleh Rasulullah saw ini adalah juga jalan yang harus kita tempuh untuk mengembalikan kembali kejayaan umat. Imam Malik bin Anas ra berkata: Akhir umat ini tidak menjadi baik kecuali menggunakan cara yang digunakan untuk memprbaiki generasi awalnya (Nashiruddin Al-AlBani). Umat Islam harus memainkan peran dakwah &amar ma’ruf nahi munkar dalam semua keadaannya, baik ketika memperjuangkan terbentuknya khairu ummah maupun ketika cita-cita khairu ummah itu telah terwujud. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran (3): 110).

 

Al-Hayatu Ar-Rabbaniyyah.

Dengan smua keutamaan dakwah di atas, berarti seorang da’i dengan dakwahnya sedang menjalani hidupnya dengan kehidupan rabbaniyyah yakni kehidupan yang selalu berorientasi kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan kehidupan yang selalu diisi dengan belajar Al-Quran yang menjadi sumber kebaikan serta mengajarkannya kepada orang lain.

Tidak wajar bagi sseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah penyembahku bukan penyembah Allah.” akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu slalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (Ali Imran (3): 79).

Rasulullah saw diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk mngajak umatnya agar mnjadi orang-orang yang Rabbani yakni mereka yang selalu belajar dan mngajarkan Al-Quran shingga hidup mereka menjadi rabbani pula. Dakwah adalah aktivitas belajar dan mengajarkan Al-Quran baik dalam mmbcanya,mmhaminya,mngmalkannya, memperjuangkan tegaknya hukum hukumnya, dan konsisten dlm melakukan itu semua.

Kehidupan rabbaniyyah adalah khidupan seorang da’i yang selalu mengorientasikan semua aktivitasnya kepada Allah Subhanahu Wata’ala Rabbnya, di mana kehidupan, kematian, ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah semuanya dipersembahkan untuk Allah Subhanahu Wata’ala. Ibadah yang menjadi tujuan hidup semua manusia dilaksanakan untuk mengagungkan Allah Subhanahu Wata’ala seagung-agungnya dan untuk menyatakan kehinaan dan kelemahan kita di hadapan-Nya. Dakwah adalah salah satu bentuk pengagungan kepada Allah yang paling utama, karena di dalmnya seorang da’i meninggikan kalimat-Nya melalui lisannya, amalnya, dan ajakannya kepada orang lain. Di dalam dakwah seorang da’i bersabar menghadapi berbagai ujian berat semata-mata demi mengagungkan Allah Subhanahu Wata’ala. Semakin berat tantangan dan ujian dlm mengagungkan Allah Subhanahu Wata’ala, semakin besar dan mulia bentuk pengagungan itu di sisi Allah Subhanahu Wata’ala.

Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (Al-An’am (6): 162).

 

Al-Hayah Al-Mubarakah (Kehidupan yang Diberkahi)

Dengan selalu berdakwah di jalan Allah Subhanahu Wata’ala seorang da’i telah menjadikan hidupnya penuh keberkahan. Yang dimaksud dengan keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan melimpah di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Para Nabi alaihimussalam adalah orang yang paling diberkahi dan kehidupannya adalah khidupan penuh keberkahan.Ucapan Nabi Isa as tentang dirinya:

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada,dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. (Maryam (19): 31).

Penyebab utama kehidupan Nabi Isa dan para Nabi lainnya diberkahi oleh Allah Subhanahu Wata’ala adalah pekerjaan mereka sebagai orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mendakwahkan ajaran-Nya kepada manusia. Inilah yang dipahami oleh Ibnul Qayyim – salah seorang ulama besar – ketika menjelaskan surat Maryam ayat 31 di atas. Beliau berkata:

Keberkahan seseorang itu ada pada:

•Pengajarannya terhadap segala macam kebajikan di mana pun ia berada, dan

•Nasehat yang ia berikan kepada semua orang yang ijtima’ (berkumpul) dengannya.

Saat menceritakan tentang nabi Isa – ‘alaihissalam – Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada”. (Q.S. Maryam: 31)

Nabi ‘Isa‘alaihissalam menjadi manusia yang membawa berkah krena ia: Menjadi guru kebajikan

Juru dakwah yang menyeru manusia kepada Allah subhanahu wa ta’ala,

Mengingatkan manusia tentang Allah – subhanahu wa ta’ala,

Mendorong dan memotivasi manusia untuk taat kepada Allah–subhanahu wa ta’ala.

Demikian Ibnul Qayyim melihat keberkahan dalam hidup seseorang, di mana kehidupan yang berkah itu,menurut beliau & sesuai arahan Al-Quran – ditentukan oleh aktivitas memberi manfaat kepada orang lain melalui dakwah dan kebaikan yang disebarkan demi meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wata’ala.

Slmat mempersiapkan diri dan merapatkan barisan menjadi penebar kebaikan dan mencegah kemungkaran semaksimal yang dapat kita lakukan dengan ikhlas mengharap ridha dan hidayah Allah.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Abdul Gaffar

 

Optimalkan Potensi diri untuk Beramar Ma'ruf Wa Nahi Mungkar(bersambung) 4 of 5

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirhmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat

beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan kejalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

 

Optimalkan potensi diri untuk beramar ma'ruf wa nahi mungkar

 

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengingkari thagut (semua yang di abdi selain Allah sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah saw, kita akan banyak menemukan fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa.

Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi secara kuat untuk melakukan dakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

Mengetahui keutamaan dakwah termasuk faktor terpenting yang mempengaruhi konsistensi seorang muslim dalam berdakwah dan menjaga semangat dakwah, karena keyakinan terhadap keutamaan dakwah dapat mnjadikannya merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya.

 

1.  Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)

2.  Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)

3. Dakwah memiliki keutamaan yang besar karena para da’i akan mmperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda (al-hushulu ‘ala al-ajri al-‘azhim).

 

4.Dakwah dapat mnyelamatkan kita dari azab Allah Subhanahu Wata’ala (An-Najatu minal ‘Azab)

Dakwah yang dilakukan oleh seorang da’i akan membawa manfaat bagi dirinya sebelum manfaat itu dirasakan oleh orang lain yang menjadi objek dakwahnya (mad’u). Manfaat itu antara lain adalah terlepasnya tanggung jawabnya di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala sehingga ia terhindar dari adzab Allah.

Tersebutlah sebuah daerah yang bernama “Aylah”atau“Eliah”sebuah prkampungan Bani Israil. Penduduknya diperintahkan Allah untuk menghormati hari Jumat dan menjadikannya hari besar, namun mereka tidak bersedia dan lebih menyukai hari Sabtu. Sebagai hukumannya Allah Subhanahu Wata’ala melarang mereka untuk mencari dan memakan ikan di hari Sabtu, dan Allah membuat ikan-ikan tidak muncul kecuali di hari Sabtu.Skelompok orang kemudian melanggar larangan ini dan membuat perangkap ikan sehingga ikan-ikan di hari Sabtu masuk ke dalam perangkap lalu mereka mengambilnya di hari ahad dan memakannya. Sementara orang-orang yang tidak melanggar larangan Allah terbagi menjadi dua kelompok yaitu mereka yang mencegah kemunkaran dan mereka yang diam saja.

Terjadilah dialog antara orang-orang yang diam saja dengan mereka yang berdakwah mengingatkan saudara-saudaranya yang melanggar larangan Allah. Dialog ini disebuntukan dalam Al-Quran:

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata:“Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mreka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu,dan supaya mereka bertakwa.Maka tatkala mereka mlupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (Al-A’raf (7): 163-165).

Perhatikan jawaban orang-orang yang berdakwah ketika ditanya mengapa mereka menasehati orang-orang yang

melanggar perintah Allah:

1.    Kami berdakwah agar menjadi argumentasi & penyelamat kami dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

2.    Mudah-mudahan mereka bertaqwa.

Perhatikan pula bahwa yang secara tegas diselamatkan oleh Allah dari adzab-Nya adalah orang-orang yang melarang prbuatan maksiat.

Dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar adalah kontrol sosial yang harus dilakukan oleh kaum muslimin agar kehidupan ini selalu didominasi oleh kebaikan. Kebatilan yang mendominasi kehidupan akan menyebabkan turunnya teguran atau adzab dari Allah Subhanahu Wata’ala. Rasulullah saw bersabda:

Perumpamaan orang yang tegak di atas hukum-hukum Allah dengan orang yang melanggarnya seperti kaum yang menempati posisinya di atas bahtera, ada sebagian yang mendapatkan tempat di atas,dan ada sbagian yang mndapat tmpat di bawah.Mereka yang berada di bawah jika akan mngambil air harus melewati orang yang berada di atas, lalu mereka berkata: “Jika kita melubangi bagian bawah milik kita dan tidak mengganggu mereka..” Kalau mereka membiarkan keinginan orang yang akan melubangi, mereka semua celaka, dan jika mereka menahan tangan mereka maka slamatlah smuanya. (HR. Bukhari).

Dari Hudzaifah bin Yaman ra dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan menurunkan hukuman dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan doa kalian.”(HR Tirmidzi).

Selmat mempersiapkan diri dan merapatkan barisan menjadi penebar kebaikan dan mencegah kemungkaran semaksimal yang dapat kita lakukan dengan ikhlas mengharap ridha dan hidayah Allah.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Abdul Gaffar

 

Optimalkan Potensi diri untuk Beramar Ma'ruf Wa Nahi Mungkar(bersambung) 2 of 5

 

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat

beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan kejalan yang benar dengan sabar

agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

 

Optmalkan potensi diri untuk beramar ma'ruf wa nahi mungkar

 

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengingkari thagut (semua yang di abdi selain Allah) sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah saw, kita akan banyak menemukan fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa.

Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi scara kuat untuk melakukan dakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

Mengetahui keutamaan dakwah termasuk faktor terpenting yang mempengaruhi konsistensi seorang muslim dalam berdakwah dan menjaga semangat dakwah, karena keyakinan terhadap keutamaan dakwah dapat mnjadikannya merasa ringan menghadapi beban dan

rintangan dakwah betapapun beratnya.

 

1.  Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)

2.  Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)

Dakwah adalah amal yang terbaik, karena dakwah memelihara amal Islami di dalam pribadi dan masyarakat. Membangun potensi dan memelihara amal shaleh adalah amal dakwah, sehingga dakwah merupakan aktivitas dan amal yang mempunyai peranan penting di dalam menegakkan Islam. Tanpa dakwah maka amal shaleh tidak akan berlangsung.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:“Sesungguhnya aku trmasuk orang-orang yang menyerah diri”(Fushilat (41):33).

 

Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya: Allah Subhanahu Wata’ala menyeru manusia: “Wahai manusia, siapakah yang lebih baik perkataannya selain orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian istiqamah dengan keimanan itu, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan berdakwah (mengajak) hamba-hamba Allah untuk mengatakan apa yang ia katakan dan mengerjakan apa yang ia lakukan.” (Tafsir Ath-Thabari, Jami’ul Bayan Fi Ta’wil Al-Quran, 21/468).

Bagaimana tidak akan menjadi ucapan dan pekerjaan yang terbaik? Sementara dakwah adalah pekerjaan makhluk terbaik yakni para nabi dan rasul alaihimussalam

 

Sayyid Quthb rahimahullah berkata dalam Fi Zhilal Al-Quran: “Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal shaleh yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang da’i kecuali menyampaikan.  Setelah itu tidak pantas kalimat seorang da’i kita sikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran. Karena seorang da’i datang dan maju membawa kebaikan, sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi…” (Fi Zhilal Al-Quran 6/295).

 

Selamat mempersiapkan diri dan merapatkan barisan menjadi penebar kebaikan dan mencegah kemungkaran semaksimal yang dapat kita lakukan dengan ikhlas mengharap ridha dan hidayah Allah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Abdul Gaffar

Abdul Gaffar

 

Optimalkan Potensi diri untuk Beramar Ma'ruf Wa Nahi Mungkar(bersambung) 3 of 5

 

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirhmati Allah, Alhamdulillah Allah kruniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat

beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan,  mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

 

Optimalkan potensi diri untuk beramar ma'ruf wa nahi mungkar

Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengingkari thagut (semua yang di abdi selain Allah) sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah saw, kita akan banyak menemukan fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa.

Dengan mengetahui, memahami,dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi secara kuat untuk melakukan dakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

Mengetahui keutamaan dakwah termasuk faktor terpenting yang mempengaruhi konsistensi seorang muslim dalam berdakwah dan menjaga semangat dakwah, karena keyakinan terhadap keutamaan dakwah dapat mnjadikannya merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya.

 

1.  Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)

2.  Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)

 

3. Dakwah memiliki keutamaan yang besar krna para da’i akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda (al-hushulu ‘ala al-ajri al-‘azhim).

Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mnunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.(Bukhari, Muslim & Ahmad).

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa:“Unta merah adalah kendaraan yang sangat dibanggakan oleh orang Arab saat itu.”

Hadits ini menunjukkan bahwa usaha seorang da’i menyampaikan hidayah kepada seseorang adalah sesuatu yang amat besar nilainya di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih besar dan lebih baik dari kebanggaan seseorang terhadap kendaraan mewah miliknya.

Dalam riwayat Al-Hakim disebuntukan:

“Wahai Ali, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR.Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.”.(HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Berapakah jumlah malaikat, semut dan ikan yang ada di dunia ini? Bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang da’i dengan doa mereka semua!

Imam Tirmidzi stelah menyebutkan hadits tersebut juga mengutip ucapan Fudhail bin ‘Iyadh yang mengatakan:

“Seorang yang berilmu, beramal dan mengajarkan (ilmunya) akan dipanggil sebagai orang besar (mulia) di kerajaan langit.”

Keagungan balasan bagi orang yang berdakwah tidak hanya pada besarnya balasan untuknya tetapi juga karena terus menerus kepadanya ganjaran itu mengalir kepadanya mskipun ia telah wafat.

Sabda Rasulullah saw:“Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka yang mencontoh nya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra).

 

Selamat mempersiapkan diri dan merapatkan barisan menjadi penebar kebaikan dan mencegah kemungkaran semaksimal yang dapat kita lakukan dengan ikhlas mengharap ridha dan hidayah Allah.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Abdul Gaffar

 

Optimalkan Potensi diri untuk Beramar Ma'ruf Wa Nahi Mungkar(bersambung) 1 of 5

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat

beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

 

Optmalkan potensi diri untuk beramar ma'ruf wa nahi mungkar

Dakwah adalah aktifitas menyeru manusia kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad’u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengingkari thagut (semua yang di abdi selain Allah) sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah saw, kita akan banyak menemukan fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa.

Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi secara kuat untuk melakukan dakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

Mengetahui keutamaan dakwah termasuk faktor terpenting yang mempengaruhi konsistensi seorang muslim dalam berdakwah dan menjaga semangat dakwah, karena keyakinan terhdap keutamaan dakwah dapat menjadikannya merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya.

 

Beberapa keutamaan dakwah adalah:

1.  Dakwah adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam)

Para rasul alaihimussalam adalah orang yang diutus oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk melakukan tugas utama mereka yakni berdakwah kepada Allah. Keutamaan dakwah terletak pada disandarkannya kerja dakwah ini kepada manusia yang paling utama dan mulia yakni Rasulullah saw dan saudara-saudara beliau para nabi & rasul alaihimussalam.

Katakanlah (Hai Muhammad):“Inilah jalanku : aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu)  kepada Allah dengan hujah yang nyata,Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf (12): 108).

Ayat di atas menjelaskan jalan Rasulullah saw dan para pengikut beliau yakni jalan dakwah. Maka barangsiapa mengaku menjadi pengikut beliau saw, ia harus terlibat dlm dakwah sesuai kemampuannya masing-masing.

Tentang Nabi Nuh as, Allah mengisahkan kesibukan beliau yang tak kenal henti dalam menjalankan tugas berdakwah siang dan malam:

Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah mendakwahi (menyeru) kaumku malam dan siang. (Nuh (71): 5).

Tentang Nabi Iberahim as, Allah mengisahkan dakwah yang beliau lakukan kepada ayah dan umatnya dalam Al-qur'an surat Asy-Syuara (26): 69-82.

69. dan bacakanlah kepada mereka kisah Iberahim.

70. ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”

71. mereka menjawab: “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya”.

72. berkata Iberahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,

73. atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?”

74. mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”.

75. Iberahim berkata: “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,

76. kamu dan nenek. moyang kamu yang dahulu?,

77. karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam,

78.(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,

79. dan Tuhanku, yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,

80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,

81.dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),

82. dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (Asy-Syuara (26): 69-82).

Tentang Nabi Musa as, Allah Subhanahu Wata’ala mengisahkan dakwah beliau dalam banyak ayat-ayat Al-Quran, di antaranya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan sluruh skalian alam”. Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya. (Az-Zukhruf (43): 46-47).

Tentang Nabi Isa as,Allah Subhanahu Wata’ala mngsahkan dakwah beliau dalam firman-Nya:

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadaamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku”.Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (Az-Zukhruf (43): 63-64).

Pintu kenabian dan kerasulan memang sudah tertutup selama-lamanya, namun kita masih dapat mewarisi pekerjaan dan tugas mulia mereka, sehingga kita berharap semoga Allah Subhanahu Wata’ala berkenan memuliakan kita.

Selamat mempersiapkan diri menjadi penebar kebaikan dan mencegah kemungkaran semaksimal yang dapat kita lakukan dengan ikhlas mengharap ridha dan hidayah Allah.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh

Abdul Gaffar