YPIT Mutiara

Hidup Sehat, Berkah, dan Bahagia dengan Shalat

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-Ibu sahabat sehati yang beriman, bertaqwa, dan berahlaq mulia, calon penghuni surga yang dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berhtiar, berdo'a, bertawakkal, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat dengan ikhlas srta saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar.

 

Hidup Sehat, Berkah, dan Bahagia dengan Shalat

Penelitian Dokter Ahli Bedah Dalam Pencegahan & Penyembuhan Penyakit

dir. Sagiran, M.Kes., Sp.B

Shalat sebagai syariat utama yang diwajibkan bagi setiap muslim yang berakal dan baligh. Shalat memiliki rentetan yang mengandung hikemah luar biasa besar bagi orang yang mendirikannya. Hikemah ini di antaranya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini telah dibuktikan secara empiris dan didukung oleh teori-teori ilmu kedokteran klasik dan modern. Seperti apakah pengaruh shalat bagi kesehatan?

Pengaruh dan manfaatnya sudah dimulai dari aktivitas wudhu. Berbagai titik saraf pada anggota badan yang dibasuh wudhu telah mendapatkan basuhan dan usapan yang sangat baik. Titik-titik tersebut terhubung ke seluruh jaringan tubuh lainnya sehingga memiliki efek manfaat, seperti melancarkan peredaran darah dan stimulasi saraf. Banyak hal negatif yang dapat dicegah hanya dengan berwudhu ini, seperti timbulnya penyakit dan menumpuknya kuman serta kotoran.

Setelah itu, ketika Anda melakukan shalat dengan berbagai gerakan yang sempurna, di sini Anda akan langsung melakukan olah fisik. Gerakan-gerakan shalat menggerakkan beberapa sendi penting dan timbulnya aktivitas organ-organ tertentu yang sangat baik bagi kesehatan. Mulai dari gerakan takbir, rukuk, duduk, sujud, hingga salam. Contohnya, di saat Anda bersujud, akan menciptakan aliran darah di otak secara elastis pada pembuluh darah, terutama pembuluh-pembuluh kapiler atau pembuluh rambut yang ukurannya kecil.

Manfaat nyata dari gerakan sujud ini dapat mencegah stroke. Alasannya, stroke terjadi jika terdapat pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, sehingga otak mengalami gangguan dan mengakibatkan kelumpuhan. Dengan melatih elastisitas melalui banyak bersujud, pembuluh darah akan semakin normal dan seimbang sesuai kapasitas darah dan oksigen yang dibutuhkan otak. Di antaranya mencegah hambatan oleh plak atheroma yang dapat mengurangi elastisitas pembuluh darah. Kejadian ini biasanya diderita oleh hiperkolesterol
 
Tidak heran, orang-orang yang taat dan rajin melaksanakan shalat hidupnya selain sehat, juga lebih bahagia dan berkah. Menurut hemat kami, ini bagian dari bonus mukjizat shalat bagi yang mengamalkannya. Selain mendapatkan pahala yang berlipat di akhirat kelak, juga mendapatkan keutamaan yang berlimpah di dunia ini, di antaranya kesehatan, keberkahan, dan kebahagiaan tersebut. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah merasakannya? Jika belum, bisa jadi shalat Anda belum sempurna.

Oleh sebab itu, simak penjelasannya secara lengkap di dalam buku “Mukjizat Gerakan Shalat” yang ditulis oleh dir. Sagiran, M.Kes., Sp.B. Buku ini akan membuka wawasan Anda tentang shalat, yang tidak hanya dilihat sebagai ibadah tapi juga sebagai aktivitas yang mendatangkan mukjizat bagi kesehatan tubuh Anda. Secara lugas, penulis menjelaskannya mulai dari anatomi gerakan wudhu dan shalat menurut pandangan medis, mengenal anggota tubuh, senam ergonomis, pijat getar saraf, aplikasi ilmu shalat dalam pengaturan siklus harian, aplikasi shalat sehat dalam kegiatan sehari-hari, hingga renungan shalat.

Semoga Allah karuniakan kemudahan kepada kita untuk semakin istiqamah taat menegakkan shalat dengan khusyuk dan tuma'ninah karena Allah agar kita Hidup sehat, Berkah dan Bahagia Dunia Akherat.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Abdul Ghaffar

 

Nikmatnya Hidup Istiqamah Taat Beribadah Kepada Allah

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Bapak-Ibu shabat sehati yang beriman, bertaqwa,dan berahlaq mulia, calon penghuni surga yang dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berhtiar, berdo'a, bertwakkal, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat dengan ikhlas serta saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar.

Taat dalam bahasa Arab pada awalnya berarti "menemani atau mengikuti". Hakikat taat merupakan sikap dan tindakan yang tulus dalam mematuhi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Lawan dari taat adalah maksiat, durhaka, melanggar syariat. Hal ini dapat dipahami dari hadis Nabi SAW: "Tidak ada keharusan mentaati perintah (pemimpin) jika dia bermaksiat kepada Allah, tetapi keharusan taat itu berlaku dalam rangka berbuat kebaikan" (HR. Albukhari dan Muslim). Menurut Sayyid Quthb, dalam tafsirnya, Fi Zhilal Al-Qur’an, Islam tidak akan pernah eksis tanpa ketaatan Muslim kepada syari'at Nya. Energi taat itu bersumber dari dan dimotivasi oleh nilai-nilai tauhid. Karena itu, taat yang diperintahkan Alquran adalah taat kepada Allah, Rasulullah, dan pemimpin (QS. al-Nisa’/4:58) agar manusia dekat dengan Tuhan dan sesama, sehingga tercipta kedamaian dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Menurut Muhammad ‘Abduh, taat kepada Allah sama dengan mematuhi Al-Quran, taat kepada Rasul identik dengan mengikuti sunahnya, dan taat kepada ulil al-amri (pemimpin berarti menjalankan konsensus pemimpin yang dipercaya umat dalam mengemban visi kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan umat, baik itu ulama, kepala negara ataupun legislatif.

Taat beragama Islam dapat menjadikan Muslim mendapat petunjuk Allah dan kasih sayang-Nya (QS. an-Nur/24: 54), selalu beruntung (QS. al-Ahzab/33: 71); memperoleh nikmat-Nya bersama para Nabi, Syuhada’, dan orang-orang saleh (QS. al-Nisa’/4: 69);  serta memperoleh ampunan dan surga-Nya  (QS. Al-Fath/48: 16-17). Karena itu, Nabi SAW. bersabda: "Muslim harus mau mendengar dan taat kepada ajaran Islam, baik yang disukai ataupun tidak disukai. Tetapi, jika ia diperintahkan untuk maksiat,maka tidak ada keharusan untuk mendengar dan menaatinya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Taat merupakan subsistem ajaran Islam itu sendiri, karena beragama Islam tanpa dibarengi ktaatan adalah omong kosong. Said Hawwa berpendapat,tidak ada yang  lebih penting dalam Islam selain tiga hal: taqwa, ibadah, dan taat.

Dua hal pertama (taqwa dan ibadah) ibarat dua sisi mata uang, sedangkan yang terakhir (taat) merupakan kunci terlaksananya dua hal pertama. Muslim menjadi orang bertaqwa harus dibarengi ketaatan menjalankan syariat.

Islam akan membawa rahmat bagi semua jika setiap Muslim berkomitmen untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Realisasi taat dapat diwujudkan sesuai dengan sabda Nabi SAW: “Tidak ada Islam tanpa berjamaah, sementara tidak ada jamaah tanpa ada kepemimpinan, dan tidak ada kepimpinan tanpa ketaatan" (HR. Ad-Darimi).

Dalam beragama maupun bermasyarakat dan bernegara, ketaatan merupakan kunci kberhasilan. Jika pemimpin mampu memberi keteladanan dalam ketaatan menegakkan hukum, tidak tebang pilih, niscaya rakyat akan mencintai dan mematuhi hukum. Sebaliknya, jika pemimpin hanya menebar pesona, berjanji tanpa bukti, menginstruksikan ketaatan tanpa keteladanan, maka kepemimpinannya ibarat “macan ompong”, tidak efektif.

Oleh karena itu, Al-Quran melarang kita taat kepada para pemimpin yang menyesatkan (QS. al-Ahzab/33:36); orang kafir (QS.  Al-Furqan/25: 52); orang munafik (QS.al-Ahzab/33: 48); pendusta ayat-ayat Allah (QS. al-Qalam/68: 8); orang yang banyak bersumpah dan hina (QS. al-Qalam/68: 10); orang tua yang memaksakan anaknya berbuat syirik (QS.Luqman/31: 15); pemboros (QS. as-Syu’ara'/26: 150-151); orang yang hatinya dibuat lupa mengingat-Nya (QS.. al-Kahfi/18: 28); dan pendosa (QS. al-Insan/76: 24).

Menjadi taat harus berusaha mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin melalui gerakan amar ma’ruf nahi munkar secara damai, dialogis, dan persuasif, karena taat itu nikmat. Sebagai contoh, jika kita mampu mentaati printah shalat dengan penuh konsisten, pasti shalat itu menjadi kenikmatan, bukan sekedar kewajiban dan kebutuhan.Contoh lain, membiasakan pola hidup sehat dengan tidak merokok pasti dapat membuahkan kenikmatan tersendiri, daripada hidup“terjajah dan berketergantungan kepada rokok yang jelas-jelas merusak dan sangat membayakan kesehatan.

Semoga para pemimpin dan kita semua semakin menyadari pentingnya ketaatan dalam hidup beragama, berbangsa, dan bernegara, sehingga kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa ini tidak berubah menjadi laknat karena semakin merajalelanya maksiat.
Selamat merasakan nikmatnya hidup dengan istiqamah taat beribadah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh
Abdul Gaffar

Tetap Semangat Menjadi yang Terbaik dengan Semakin Taat

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat

Semoga kita lebih semangat dari penjual bubur, walaupun nasinya menjadi bubur, tetap menjual bubur dengan jujur, karena memang ikhlas berasnya dimasak menjadi bubur.

Tetap smangat seperti penjual sate, walaupun sapi, kambing, ayamnya dipotong dan ditusuk-tusuk serta dibakar, mereka istiqamah berusaha memberikan yang terbaik kepada pembelinya dengan mengharap ridha dan berkah Allah.

Apapun yang terjadi kepada diri kita, Insya Allah dengan bersyukur dan semakin istiqamah taat beribadah, Allah akan karuniakan yang terbaik kepada kita dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Selamat menjadi pribadi yang terbaik dengan semakin semangat taat beribadah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh
Abdul Gaffar

 

 

Istiqamah Beristighfar Menuju Kemuliaan Hidup yang Diridhai Allah

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk smakin istiqamah taat beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan kejalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat.

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai keadaan waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-2 orang yang mempunyai keutamaan (balasan keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (Hud: 3) Surat Hud yang pernah membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban yang dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya,“Surat Hud dan saudara-saudaranya telah membuat rambutku beruban”, ternyata sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyullah dari Hud as, sholih dan Syu’aib as.
Tercatat ada empat ayat di dalam surat ini yang menyebut perintah beristighfar, yaitu pertama ayat 3 di atas, ayat 52, 61, dan 90. Perintah beristighfar pada ayat-ayat tersebut diawali dengan perintah menyembah dan mengabdi semata-mata kepada Allah, dalam surat Hud: 2 misalnya, “Agar kamu tidak menyembah selain Allah.

Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya” (Hud: 2) Betapa tinggi nilai perintah beristighfar sehingga slalu berdampingan dengan perintah beribadah kepadanya. Sehingga merupakan satu kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah swt karena secara fithrah memang manusia tidak akan bisa mengelak dari melakukan dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya. Peluang ampunan ini merupakan anugerah rahmat yang terbesar bagi hamba-hambaNya yang beriman.

Istiqamah beristighfar merefleksikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah senantiasa membuka tanganNya di siang hari untuk memberi ampunan kepada hambaNya yang melakukan dosa di malam hari, begitu pula Allah swt senatiasa membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan dosa di siang hari”.

Perintah beristighfar di dalam Al-Qur’an juga selalu beriringan dengan perintah bertaubat, ”Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan perintah bristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjukkan perilaku dan sikap “taubat” yang diimplementasikan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarananya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang.

Taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.
Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari prilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali. Para malaikat tidak pernah melanggar perintah Allah justru senantiasa beristighfar memohon ampunan untuk orang-orang yang beriman sebagai sebuah pelajaran yang berharga bagi setiap hamba Allah yang beriman, “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-2 yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan pliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mu’min: 7)
Berdasarkan kajian terhadap ayat-ayat tentang istighfar, paling tidak terdapat empat keutamaan dan nilai dari amaliah istighfar dalam kehidupan seorang muslim:

  1. Istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran: 135)
  2. Istighfar merupakan sumber kekuatan umat. Kaum nabi Hud yang dikenal dengan kekuatan mereka yang luar biasa, masih diperintahkan oleh nabi mereka agar senantiasa beristighfar untuk menambah kekuatan mereka. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu,dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.(Hud: 52). Bahkan Rasulullah dalam salah satu haditsnya menegaskan bahwa eksistensi sebuah umat ditentukan diantaranya dengan kesadaran mereka untuk selalu beristighfar, sehingga bukan merupakan aib dan tidak merugi orang-orang yang bersalah lantas ia menyadari kesalahannya dengan beristighfar memohon ampunan kepada Allah swt.
  3. Istighfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah swt. Ibnu Katsir ketika menafasirkan surat Al-Anfal: 33 “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” menukil riwayat dari Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelemat bagi umat dari azab dan bencana, yaitu keberadaanku dan istighfar. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu istighfar”. Bahkan Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan istighfar meskipun keluar dari pelaku maksiat dapat mencegah dari beberapa kejahatan dan bahaya.
  4. Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang. Dalam konteks ini, Ibnu katsir menafsirkan suarat Hud : 52 dengan menukil hadits Rasulullah saw yang bersabda, “Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka”. (Ibnu Majah) 

Demikianlah, pesan yang disampaikan oleh para nabiyuallah kepada kaumnya istiqamah beristighfar sebagai salah satu solusi dari permasalahan mereka. Tentu istighfar yang dimaksud tidak hanya sekedar ucapan dengan lisan “Astaghfirullah”, tetapi secara aplikatif sikap waspada, mawas diri dan berhati-hati dan bersikap dan berperilaku agar terhindar dari kesalahan. Dan jika terjermus ke dalam kemaksiatan segera sadar dan mampu bangkit dari kesalahan dengan bersungguh-sungguh bertaubat dalam arti menyuguhkan pengabdian dan karya yang lebih bermanfaat untuk umat. 

Selamat beristighfar dengan ikhlas untuk meraih kemuliaan hidup yang diridhai Allah.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh
Abdul Gaffar

 

 

Keutamaan Do'a Mensucikan Diri

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah, Alhamdulillah Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berihtiar, berdo'a, bersyukur, bersabar dan segera bertaubat dengan ikhlas serta bertawakkal dengan saling mengingatkan, mengarahkan ke jalan yang benar dengan sabar agar Allah karuniakan kebahagiaan dan kemuliaan hidup dunia akhirat.

DO'A: Setiap orang mukmin disamping berusaha juga dituntut untuk berdoa, memohon berbagai hal kepada Allah swt. Doa ini dilaksanakan dengan sabar dan shalat baik sebelum maupun sesudah shalat. Allah swt sangat menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya agar selalu berdoa kepada-Nya, bahkan Allah mencela orang-orang yang tidak mau berdoa dan menyebutnya sebagai orang yang sombong. Agar doa seseorang dikabulkan oleh Allah swt. disamping ia harus berdoa dengan penuh keyakinan yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya juga harus memenuhi beberapa persyaratan.

 Doa untuk mensucikan diri dari hadits shahih riwayat Muslim dari Zaid bin Arqam (Jami'ush shaghir hal : 56):

اَللَّهُمَّ اَتِ نَفْسِى تَقْوَهَا وَزَكَّاهَا, اَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا اَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا, اَللَّهُمُّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ, وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

"Ya Allah, anugerahilah ketaqwaan dalam hatiku dan bersihkanlah, Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan menguasainya. Ya Allah aku berlindung kepad Engkau daripada ilmu pengetahuan yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyu' (dalam beribadah), dan nafsu yang tidak (pernah) puas (terhadap anugerah-Mu) dan daripada do'a yang tidak dikabulkan." (H.R. Muslim)

Maksud dari do’a :

  1. Memohon kepada Allah agar diri kita dijadikan orang yang taqwa dan Dia berkenan pula memberikan kemampuan kepada kita untuk memelihara dan mempertahankan ketaqwaan.
  2. Mohon kepada Allah agar dijadikan orang yang senantiasa bertawakkal kepada-Nya.
  3. Mohon perlindungan kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat baik bagi diri dan orang lain
  4. Mohon perlindungan kepada Allah dari hati yang tidak pernah khusyu’ dalam beribadah
  5. Mohon perlindungan kepada Allah dari diri yang tidak pernah merasa puas atas karunia yang telah diterimanya sehingga tidak dapat bersyukur kepada-Nya
  6. Mohon perlindungan kepada Allah dari do’a yang tidak dokabulkan oleh-Nya.

 Semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk istiqamah berihtiar, berdo'a, bertawakkal kepada Allah setiap saat.

 


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh
Abdul Gaffar