YPIT Mutiara

Semangat Meningkatkan Iman dan Taqwa menyambut Bulan Ramadhan

 بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــمِ 

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Bapak-Ibu sahabat sehati yang beriman, bertaqwa,dan berahlaq mulia, calon penghuni surga yang dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kita kemdahan untuk semakin istiqamah taat beribadah, berhtiar, berdo'a, bertawakkal, bersabar, bersyukur dan segera bertaubat dengan ikhlas serta saling mengingatkan, mengarahkan kejalan yang benar dengan sabar.

Insya Allah dalam hitungan hari kita akan dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan berkah, bulan ampunan dan bulan yang akan membebaskan kita dari adzab neraka.
Suasana spiritual di bulan suci Ramadhan demikian sangat kental. Kondisi ruhani di bulan ampunan ini demikian sangat hidup.Semangat ketaatan di bulan penuh rahmat ini demikian sangat tinggi. Gelora ibadah dan pengabdian demikian sangat khusyu’. Kita temukan dan kita rasakan di bulan suci yang penuh kebaikan.

Suasana yang sedemikian hebat tentu, kita rindukan tidak hanya di bulan Ramadhan, kenapa? Karena tantangan hidup sudah demikian sangat kompleks dan pelik, sehingga dibutuhkan energi jiwa yang kuat, spirit amal shaleh yang seimbang, dan semangat konsistensi diri dalam fitrah insani. Ini yang menjadi bekal mengarungi kehidupan.

Mempertahankan Semangat Ramadhan


Bagaimana kita bisa mempertahankan suasana dan semangat ramadhan? Adalah dengan sikap istiqomah atau konsisten. Berusaha sekuat tekad dan tenaga untuk senantiasa melaksanakan ketaatan dan peribadatan dalam setiap situasi dan kondisi.Sebaik-baik amal perbuatan adalah yang berkesinambungan meskipun kuantitasnya sedikit.” Begitu sabda Rasulullah saw.

Rasulullah saw. tidak senang terhadap orang yang ngebut dan ngebet dalam menjalankan suatu ibadah kemudian ia jenuh dan akhirnya meninggalkannya sama sekali.

Perkara istiqomah inilah yang menjadikan Rasulullah saw. pun harus keluar uban putih dari kepalanya yang mulia.

Firman Allah dalam surat Hud Ayat 112- 113 yang di dalamnya disebutkan perintah untuk istiqamah.”

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.”

Semangat Istiqomah Sahabat Nabi Bagaimana para sahabat Nabi menjalankan peribadatan dan ketaatan. Yaitu dengan semangat istiqamah.

Pernah ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah saw. satu kata atau satu ajaran yang ia tidak akan bertanya lagi selainnya dalam kehidupan ini. Maka Rasulullah saw. menjawab: “Katakanlah saya beimanan, kemudian istiqamahlah.”

Pertanyaan yang manusiawi, pertanyaan sebagai bekal dan pegangan hidup yang dibanggakan dan diamalkan.

Dan jawabannya pun tidak panjang apalagi berbelit berbelit. Hanya dua kata kunci kehidupan, yaitu iman dan istiqamah.

Di beberapa ayat dan hadits yang berbicara tentang istiqamah, pengungkapannya menggunakanan kata sambung tsumma, yang dalam istilah bahasa Arab berarti untuk waktu dan proses yang tidak sebentar. Kalau dalam bahasa Indonesia berarti kemudian. Bukan menggunakan kata sambung fa’ -yang berarti maka, untuk waktu yang singkat-. Artinya apa? Bahwa menjalankan ibadah dan melaksanakan ketaatan itu sepanjanng nafas tsumma, selama perjalanan hidup, sampai menemui Rabbul Izzah dengan husnul khatimah.

Bagaimana Bersikap Istiqamah?
Salah satunya adalah dengan doa. Doa agar kita diberi sikap istiqamah. Dan ternyata doa istiqomah ini boleh jadi kita ulang-ulang dalam rangkaian doa bakda shalat wajib kita. Doa yang diajarkan Rasulullah untuk dibaca setiap selesai shalat fardhu.

“Allahumma ‘ainnii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatik. Ya Allah, tolong saya untuk senantiasa dalam kondisi dzikir mengingat-Mu. Tolong saya untuk selalu mensyukuri nikmat-nilmat-Mu. Dan tolong saya untuk memperbaiki peibadatnku kepada-Mu.”

Kata kunci dari doa ini adalah sikap istiqomah.

Doa begitu ampuh, doa menjadi senjata seorang muslim. “Ad Du’au silahul mukmin. Doa itu senjata orang muslim.”

Dan inilah yang menjadi rahasia mengapa dalam ayat-ayat shaum atau ditengah-tengah ayat shaum disebutkan dahsyatnya doa. Doa yang pasti Allah swt. kabulkan.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku,maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Betapa tidak, Ramadhan yang begitu banyak ragam ibadah, mulai dari sahur, ifthor, tilawah, tarawih, memperbanyak nawafil, i’tikaf, memburu lailatul qadar, menunaikan zakat, infaq dan sedekah dan yang lain-lainnya membutuhkan kekuatan doa. Doa agar Allah swt memberi kekuatan melaksanakan kebaikan itu semua. Itu adalah hidayah Allah swt. yang tentu sangat mahal. Hidayah dimudahkan kita melaksanakan ibadah dan ketaatan. Dan lihat, potongan akhir ayat di atas. “Agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Inilah sikap istiqomah itu. Sehingga sangat erat hubungannya antara doa dan sikap istiqomah.

Tips sederhana namun penuh makna. Berdoa dengan sepenuh hati dan sepenuh semangat menjalankan nilai doa itu dalam kehidupan sehari-hari.


Istiqomah Mengantarkan ke Surga

Allah swt. berfirman dalam surat Fushshilat ayat 30-32:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kpdmu. Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Setiap kita pasti mengharapkan kemudahan dalam setiap kehidupan, kehidupan dunia apalagi kehidupan di akhirat kelak. Dalam kondisi apa pun di dunia ini, apalagi situasi sekarang ini, di mana dunia Barat mengalami krisis ekonomi yang hebat, padahal notabene mereka adalah negara-negara kaya, namun bagi orang yang beriman dan yang istiqamah tidak akan pernah goyah, selalu ada tangan Malaikat yang membantu keluar dari setiap persoalan. Dan mereka disiapkan surga oleh Allah swt. di akhirat kelak.


Selamat meningkatkan semangat Iman dan Taqwa dalam menyambut datangnya bulan ramadhan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Abdul Ghaffar