YPIT Mutiara

16 Februari 2014 In Ruang Siswa

 Masa Ta’aruf Siswa Baru, yang  dalam istilah lain disebut dengan MOS, merupakan salah satu program SMA IT Mutiara yang bertujuan  memperkenalkan kepada calon siswa baru berbagai hal mendasar supaya siswa memiliki kesan positif dan senang terhadap lingkungan pendidikan yang ada di YPIT Mutiara pada umumnya dan  SMA IT Mutiara khususnya. 

Program ta’aruf  ini merupakan  wahana untuk saling mengenal, baik itu berupa bahasa, adat istiadat, suku, atau golongan,  sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujurat : 13

Artinya :

Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu  kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Keanekaragaman yang ada tidak menjadikan kita terpecah belah. Akan tetapi, justru  bisa menyatukan hati karena maksud Allah memerintahkan kita untuk saling mengenal perbedaan tadi agar dapat memperbaharui ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah.

Akhirnya, acara ini diharapkan bisa mengakrabkan dan menyatukan hati kita dengan aqidah yang satu, dengan iman yang satu, dan agama yang satu, yaitu Islam.  Firman Allah surat Al Hujurat :10

 Artinya :

 

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu.

 

TUJUAN MA'RUFI

  1. Membantu siswa mengenal pendidikan YPIT Mutiara.
  2. Mengarahkan siswa untuk ikut menciptakan lingkungan yang kondusif di SMA IT Mutiara
  3. Mendorong calon siswa baru untuk bersikap proaktif dalam mengenal guru karyawan/ti dan kakak kelasnya
  4. Membantu calon siswa baru untuk bisa beradaptasi  dengan warga sekolah
  5. Memotivasi calon siswa baru agar bangga menjadi siswa SMA IT Mutiara.

 

KARAKTERISTIK PRIBADI SISWA SMA IT MUTIARA

TATA NILAI 

  1. Menjiwai prinsip-prinsip dasar Islam.
  2. Beriman kokoh dan mendalam.
  3. Berakhlak mulia dan bertutur kata baik.
  4. Shalat wajib lima  waktu secara benar, tertib, dan tepat waktu.
  5. Membaca Al Quran setiap hari secara tartil dan hafal tiga juz.
  6. Hafal & mengamalkan doa-doa yang ma’tsur

 

KETERAMPILAN SOSIAL 

  1. Menghormati & patuh terhadap orang tua, guru, dan yang lebih tua.
  2. Bergaul dan menjalin persaudaraan secara Islami dan membimbing mereka yang lebih muda.
  3. Selalu menjaga lingkungan tetap bersih, aman, nyaman, & menyenangkan
  4. Berjiwa kepemimpinan Islami.

 

LIFE SKILL (Keterampilan hidup) 

  1. Berperilaku dan berbadan sehat, bugar, dan energik.
  2. Menguasai salah satu kemampuan bela diri atau olah raga lainnya.
  3. Berkomunikasi dengan salah satu bahasa asing : Inggris atau Arab.
  4. Menyusun karya tulis minimal sekali setahun.
  5. Mahir mengaplikasikan program Microsoft Office dan Internet.
  6. Selalu belajar demi kemajuan dan pengembangan diri.

 

TATA TERTIB MA’RUFI 

  1. Pakaian disesuaikan dengan kondisi.
  2. Jadwal Masuk pukul 07.10—07.15 WIB. Bagi peserta yang terlambat mendapat sanksi tergantung dari kreativitas panitia.

Jadwal pulang sesudah shalat ashar. Bagi yang melanggar dikenakan sanksi keesokan harinya.

  1. Performance (semua peserta berpakaian rapi) 

 

IKHWAN

AKHWAT

1. Menggunakan sepatu hitam

1. Menggunakan sepatu hitam

2. Membawa sarung

2. Membawa mukenah

3. Berambut pendek

3. Berjilbab formal

(putih, segi empat,

tidak transparan, menutupi aurat)

4. Pakaian Olahraga dimasukkan

4. Kaos kaki panjang minimal sampai        betis

5. Baju dimasukkan kedalam dan

   menggunakan ikat pinggang hitam

5. Menggunakan rok, kecuali pada           kegiatan   olahraga

Bagi ikhwan maupun akhwat diwajibkan membawa tasbih per individu yang bisa dipakai di leher.

  1. Dilarang untuk membawa HP (Handphone).
  2. Peserta Ma’rufi wajib  menjaga kebersihan, ketertiban, & keamanan.
  3. Tidak dibenarkan merokok.
  4. Tidak boleh berkuku panjang.
  5. Peserta Ma’rufi wajib mengikuti semua kegiatan & tidak dibenarkan meningalkan lokasi kegiatan, kecuali sakit atau izin dari panitia.
  6. Setiap peserta tidak dibenarkan menerima tamu sebelum mendapat izin dari  panitia.

 

* NB

    • Bagi seluruh panitia Ma’rufi  ba’da Ashar wajib mengikuti evaluasi
    • Sanksi yang dikenakan pada peserta Ma’rufi sesuai dengan kreativitas panitia dan bersifat mendidik 
03 Februari 2014 In Ruang Guru

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-Ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah,semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat beribadah,berihtiar,berdo'a,bertawakkal, bersabar, bersyukur dengan ikhlas serta bertolong menolong dalam kebaikan utk saling menyempurnakan menuju khusnul khotimah

Akhlak seorang Muslim Kepada Saudaranya

“Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (HR. Bukhari – Muslim).

Rasulullah Saw berkali-kali mengingatkan umatnya tentang arti persaudaraan, namun tetap saja diantara kita saling menyakiti, saling merendahkan dan saling menjatuhkan satu sama lain.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS.al-Hujuraat:10).

Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan mukmin dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu satu tubuh, apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuhnya turut merasakan hal yang sama, sulit tidur dan merasakan demam.” (HR. Muslim).

Dalam persahabatan perselisihan karena berbeda pndapat dan ijtihad itu adalah hal yang biasa.Namun tidak serta jalinan ukhuwah dan silaturahim menjadi terputus.
Allah Swt berfirman:
“Dan berpegang teguhlah kamu smuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu(masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara…” (QS. Ali Imran: 103).

Perselisihan dan pertengkaran diantara kaum muslim, adalah akibat tidak menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk. Selama ini, kita merasa diri sudah
beriman, paling shaleh, dan merasa sudah menjalankan sunnah-Nya.
Sementara ia tidak menyadari dirinya telah mrendahkan martabatnya trhadap sesama muslim, selalu brprangsaka tidak baik dan menggunjing keburukannya.

Rasulullah saw bersabda: “Tidak beriman sseorang dari kalian hingga dia mncintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sndiri.”(HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra).

Karena itu,seseorang blum dpt dikatakan brtakwa sbelum ia mncintai saudaranya. “Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS. az-Zukhruf: 67).

Menarik untuk disimak dari riwayat ini Dari ‘Itban bin Malik, ia berkata, “Pada sebuah kunjungan, beliau mengerjakan shalat di rumah kami. Seusai shalat
beliau bertanya, “Dimana gerangan Malik bin ad-Dukhsyum?

Ada seorang yang menyahut, “Dia adalah seorang munafik, tidak mencintai Allah dan Rasulnya!” Rasulullah segera menegur seraya berkata: “Jangan
ucapkan demikian, bukankah kamu mengetahui dia telah mengucapkan kalimat syahadat La ilaha illallah? Semata-mata mengharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah? Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaha illallah semata-mata mengharapkan
pahala melihat ‘wajah’ Allah. Sesungguhnya Allah telah mngharamkan atas neraka setiap orang yg mengucapkan Laa ilaha illallah smata-mata mngharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah. (Muttafaq’ alaih)
Sangat tidak dibenarkan, seorang muslim memberi kesaksian palsu mengenai perilaku saudaranya yang tidak terbukti kebenarannya.

Menutup Aib Saudaranya

Sesama saudara muslim bukanlah rival. Namun Islam mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Ketika persaingan itu terjadi, acapkali kita menebar cela dan cacat saudaranya, kerap berprasangka, hingga terbetik keinginan untuk menghancurkan kredibelitasnya. Sesungguhnya itu perbuatan zalim.

Allah berfirman dalam Al Qur’an: “….Janganlah kamu saling mencela satu sama lain,dan janganlah saling mmanggil dengan gelar-gelar yg buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (pangilan) yang buruk (fasik) stelah beriman.Dan barangsiapa tidak bertobat,maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. al-Hujuraat: 11-12).

Sebagai muslim, seharusnya kita menutup segala aibnya di masa lalu. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari Kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di Hari Kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Orang yang menutup aib saudaranya akan dijamin masuk surga, seperti sabda Rasulullah saw: “Tidaklah seseorang melihat aib saudaranya lalu dia menutupinya, kecuali dia akan masuk surga.” (HR. Thabrani).

Hak dan Kewajiban Muslim

Sungguh sangat disayangkan, jika sesama muslim tidak menegur saudaranya ketika terlibat perselisihan. Diantara mereka merasa gengsi jika menegur lebih dulu. Padahal ukuran seorang yang bertakwa adalah ketika ia menjadi orang yang pertama kali menyapa dan memberi salam kepada saudaranya. Bukan saling berpaling.  

Rasulullah saw mengingatkan, “Tidak halal bagi seorang muslim tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga hari tiga malam, yaitu mereka bertemu, lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Tetapi, orang yang paling baik adalah yang paling dahulu memberi salam.” (HR. Muslim).

Setelah mengucapkan salam, maka iringilah dengan kebajikan yang lain. Kata Rasulullah Saw: “Hak muslim terhadap sesamanya ada enam, Rasulullah ditanya,”Apa saja itu, ya Rasulullah? Beliau menjaw, “Apabila kamu bertemu dengannya ucapkanlah salam, apabila dia mengundangmu penuhilah undangan tersebut, apabila dia meminta nasihat, berikanlah, apabila dia bersin lalu mengucapkan hamdalah jawablah, apabila dia sakit jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, antarkanlah.” (HR. Muslim).

Bahkan, disunnahkan agar sesama muslim saling berjabat tangan yang disertai dengan senyuman yang tulus. “Tiada dua orang muslim yang saling
berjumpa lalu berjabat tangan, melainkan diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Albani).

Hak dan kewajiban seorang muslim kepada saudaranya, adalah membantu saudaranya yang kesusahan, bukan malah mendoakan sesuatu yang buruk
menimpanya. Sifat hasud dan dengki itu tidak pantas disandang oleh seorang muslim. Apalagi berniat dan sampai menumpahkan darah saudaranya.

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi seorang muslim lainya, tidak boleh menganiayanya dan menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya, Allah akan membantu kebutuhannya. Barangsiapa membebaskan kesukaran seorang muslim, Allah akan membebaskan darinya satu kesukaran dari antara kesukaran-kesukaran pada hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi (cacat)nya akan ditutup aibnya kelak di hari kiamat.” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Swt menegaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia da di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS An Nur: 19).

Dari Abu Hurairah juga ia berkata, Rasulullah saw bersabda:”Janganlah saling hasud menghasud, saling benci membenci dan saling berpaling, serta
janganlah seseorang diantara kamu menjual atas penjualan kawannya, tapi jadilah kamu sekalian bersaudara, hai hamba Allah. Seorang muslim itu saduara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya, dan tidak boleh membiarkannya dalam keadaan terhina dan tidak boleh merendahkannya. Taqwa Itu disini (sambil menunjuk kea rah dadanya sebanyak tiga kali). Cukup dinilai bertindak jahat, siapa yang merendahkan kawan muslimnya yang
lain. Setiap muslim atas muslim lainnya adalah haram (terhormat) darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim).

Mendamaikan Perselisihan 

Perselisihan yang terjadi dalam pergaulan, persahabatan dan pergerakan tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Apabila terjadi perselisihan, maka harus ada pihak yang mau menengahi atau mendamaikan secara adil, sehingga kedua belah pihak yang berselisih dan bertikai dapat kembali berdampingan.

Terjadinya konflik dan berbagai pertentangan hingga terjadi permusuhan diantara sesama kaum muslimin adalah karena diantara mereka tidak memiliki
keikhlasan, atau keikhlasannya telah hilang dari dirinya.

Maka, ketika kita melihat perselisihan diantara kaum muslimin, Rasulullah saw mengajari umatnya untuk mendamaikan, bukan malah mengadu domba hingga menjadikan perselisihan semakin hebat. “Takutlah kamu kepada Allah dan damaikanlah persengketaan diantara kamu itu.” (QS. al-anfal:1)

Dan dari Ummu Kultsum bin ‘Uqbah bin Abu Mu’aith, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:“Tidak trmasuk brdusta orang yg mendamaikan manusia, yaitu dia mencari kebaikan atau berkata baik.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ingatlah firman Allah Swt, ketika kaum muslimin berselisih paham dengan sesama muslim:“Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang,
maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujuraat: 9).

Memaafkan Saudaranya

Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:
“Ada tiga hal yang jika dimiliki sseorang, ia akan mendapatkan pmeliharaan Allah, dan akan dipenuhi dengan rahmat-Nya, dan Allah akan snantiasa mmasukkannya ke dalam lingkungan hamba-hamba yang mendapat cinta-Nya, yaitu: seseorang Yg selalu bersyukur ketika Allah memberi nikmat, seseorang yg mampu (meluapkan amarahnya) tetapi dia memberi maaf atas kesalahan orang, dan seseorang yang apabila marah, dia menghentikan amarahnya.” (HR. Hakim).

Memaafkan kesalahan saudaranya adalah salah satu dari akhlak yang utama. Seperti halnya pesan Nabi Muhammad Saw kepada sahabatnya. “Ya Uqbah, maukah kuberitahukan tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Yaitu, menyambung silaturahim terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberi orang yang menahan pemberiannya kepadamu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu.” (HR. Hakim).

Bahkan dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman: “Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah, Aku akan mengingatmu jika Aku sedang murka (pada hari Akhir).”

Rasulullah Saw mengingatkan: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari-Muslim).

Mau tahu, balasan orang yang menahan marah dan suka memaafkan? “Barangsiapa yang menyembunyikan kemarahan, padahal dia mampu melakukannya, Allah akan menyerunya dihadapan para pemimpin makhluk, sehingga Dia memilihkan bidadari untuknya, lalu menikahkan dengannya sesuai dengan kehendaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Rasulullah Saw mengingatkan” “Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yg paling keras dalam pertengkaran.” (HR. Bukhari).

Di akhir pesan ini, sungguh mulia akhlak seorang muslim, jika ia mendoakan saudaranya seperti ini: “Dan orang yang datang sesudah mereka (muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-sadara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang  beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, lagi Maha Penyayang.” (QS al-Hasyr: 10).

Rasulullah Saw juga mengajarkan, “Jika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, malaikat berkata, ‘Engkau juga mendapatkannya.” (HR. Muslim)

Mulai detik ini,mari kita hilangkan permusuhan diantara ikhwan, sesama aktivis muslim, dan para mujahid yang berjuang di jalan Allah. Tinggalkan segala perbedaan, cari persamaan diantara kita. Tingkatkatkan fastabiqul khairat, saling memperkuat dan mengokohkan. Ketakwaan itu bukanlah karena pakaianmu atau rupamu, tapi kebaikan dan ketulusanmu kepada saudara sesama muslim. Kembalilah pada Al Qur’an dan as-Sunnah. Semoga Allah merahmati kita semua.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Abdul Gaffar

02 Februari 2014 In Ruang Siswa

Anda tidak bisa duduk diam, tangan dan kaki anda gelisah ? Telapak tangan anda mulai berkeringat, anda tidak merasa tenang dan gugup?

Apa yang anda lakukan?

Apa yang anda lakukan di awal untuk menghindari rasa gugup? Dan apa yang bisa anda lakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba datang sewaktu-waktu atau sesaat sebelum momen penting tersebut? Di bawah ini adalah beberapa tips, yang bisa anda gunakan hari ini juga, dan beberapa lagi bisa anda terapkan pada kehidupan anda di waktu yang akan datang.

Anda akan mencoba untuk mengkombinasikan beberapa dari tips di bawah ini. Sebagai contoh, jika anda sudah merasakan energi rasa gugup yang tinggi jangan langsung menvisualisasikan hal yang positif, karena itu tidak akan memberikan efek yang signifikan, dimana pikiran anda sudah banyak mengeluarkan visualisasi negatif. Melainkan, ambillah napas dari perut beberapa kali untuk menenangkan diri dan mengkonsentrasikan diri anda pada situasi saat ini, serta menghilangkan pemikiran negatif yang akan terjadi nanti. Setelah napasmu kembali normal dan tenang, visualisasikan sebaik apa pertemuan yang akan datang itu.

Anda Harus Siap

Tentu saja anda harus siap. Jika anda akan mengadakan presentasi maka pelajarilah catatan-catatan anda dan apa yang akan anda sampaikan secara cermat sebelum anda maju ke depan. Jika anda akan memiliki pertemuan penting, lakukan tugas-tugas anda, sehingga anda bisa mengetahui apa yang mungkin atau akan muncul pada pertemuan tersebut. Jika anda akan berkencan, mungkin pikirkanlah beberapa topik yang menarik atau pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan agar ketika pembicaraan anda berhenti dan menemui titik dimana terjadi keheningan yang aneh, anda sudah siap. Jika anda akan melakukan interview pekerjaan, pikirkan tentang apa yang mungkin akan ditanyakan oleh mereka dan pikirkanlah beberapa jawaban yang baik.

Mempersiapkan ini semua dengan hati-hati dan cermat akan mengurangi rasa gugup anda secara signifikan. Mungkin mempersiapkan semua ini tidak selalu menyenangkan, tapi persiapan yang matang tidak hanya akan sangat membantu untuk menghilangkan rasa gugup tapi juga memberikan hasil yang optimal pada presentasi anda atau akan membuat anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Tanyakan pada Dirimu, Hal Terburuk apa yang Akan Terjadi?

Apa hal terburuk yang mungkin akan terjadi? Bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi anda di waktu mendatang? Dalam banyak kasus anda akan menemui jawaban : tidak akan memberi efek banyak. Sangat mudah untuk memikirkan apa yang akan terjadi dan konsekuensi yang mungkin terjadi dalam pikiran anda seperti hal tersebut adalah masalah hidup dan mati, terkadang itu terjadi. Bertanya tentang hal-hal yang lebih simpel akan membuat sesuatu menjadi lebih sehat dan lebih menenangkan dirimu.

Tarik Napas 30 kali Dalam-dalam

Bernapas melalui perut adalah hal yang mengagumkan untuk menghilangkan rasa dan visualisasi negatif dan mengembalikan diri kita pada keadaan saat ini. Hanya dengan beberapa kali bernapas melalui perut bisa merubah rasa gugup dan napas pendek menjadi tenang dan tegar. Sungguh mengagumkan betapa cepatnya hal ini bisa merubah perasaanmu. Berikut adalah hal-hal yang perlu anda lakukan :

Duduk dengan posisi yang santai dengan kakimu terlentang.

Simpan tangan anda di perut. Menggunakan perut, bernapaslah perlahan melalui hidung. Jika anda melakukannya dengan benar, maka perut anda akan membesar dan anda akan merasakannya melalui tanganmu.

Buang napas secara perlahan melalui hidung dan lakukan dengan sedikit tenaga sehingga perut bisa tertarik masuk ke dalam menuju punggung anda.

Tarik dan buang napas selama 30 kali, ambillah napas yang perlahan dan dalam.

Setelah anda mengambil 30 kali napas dalam dan fokus untuk menghitungnya, maka tidak hanya anda akan merasakan lebih santai dan terfokus, tubuh anda juga akan secara otomatis bernapas seperti itu tanpa perlu fokus padanya.

Mengambil napas dengan menggunakan perut akan berguna juga ketika anda mulai merasa gugup atau tidak fokus ketika anda dalam interview/presentasi pertemuan.

Visualisasi Dengan Cara yang Positif

Seringkali banyak waktu sering kita gunakan untuk menvisualisasi apa yang mungkin salah pada masa depan. Hal ini tentunya bisa membuat tingkat rasa gugup yang tinggi. Hal ini juga bisa memberikan hasil yang sama seperti apa yang anda imajinasikan atau takutkan. Jika anda berpikiran akan gagal, maka anda telah mempersulit diri anda sendiri untuk berhasil.

Menvisualisasikan secara positif adalah cara yang lebih berguna dan menyenangkan untuk dilakukan dengan imajinasi anda. Mungkin anda berpikir bahwa menvisualisasikan dengan cara ini hanyalah khayalan dan tidak nyata, tapi menvisualisasikan dengan cara yang negatif pun sebetulnya hanyalah khayalan. Dengan cara manapun, anda hanya memikirkan hal apa yang mungkin terjadi nantinya. Menvisualisasikan dengan cara yang negatif mungkin terlihat lebih realistik karena itulah yang banyak orang lakukan, atau bahkan itulah yang anda sering lakukan setiap hari pada tahun-tahun terakhir.

Bagaimana anda menvisualisasikan sesuatu yang akan terjadi akan banyak merubah bagaimana anda bersikap, apa yang anda katakan dan apa yang anda rasakan pada masa yang akan datang dan hal-hal itu bisa memberikan efek yang besar pada apa yang sedang terjadi.

Ini adalah beberapa instruksi praktis untuk anda, semisalnya anda akan menghadapi suatu pertemuan :

Visualisasikan betapa besarnya kejadian yang akan terjadi, dan betapa hebatnya perasaan yang akan anda miliki pada pertemuan tersebut. Bayangkan diri anda tersenyum, positif, terbuka dan sedang menjalani hari yang baik. Lihatlah hasil yang baik dari pikiran anda, dan luapkanlah dengan menvisualisasikan bahwa itu telah terjadi, bahwa pertemuan sudah selesai dengan hasil yang diinginkan. Hal ini sangat efektif dan akan memberikan mood yang baik dan tenang sebelum anda memasuki pertemuan pertama, kedua atau bahkan ke dua puluh.

Solusi di atas adalah cara yang lebih cepat. Tips di bawah ini lebih membutuhkan waktu untuk melakukannya. Ini bisa memakan waktu berminggu-minggu, bulan atau bahkan tahun. Dengan berjalannya waktu anda akan secara perlahan membuat ide-ide ini menjadi bagian yang penting dalam hidup anda. Dan hal-hal ini bisa membuat anda semakin tidak gugup dalam situasi apapun.

Berlatih, Berlatih dan Berlatih

Semakin anda berlatih, mengambil aksi dan menempatkan diri anda pada situasi yang bisa membuat anda gugup, akan membuat anda semakin percaya diri. Jika anda sudah pernah mengalami hal tersebut sebelumnya, maka anda akan tahu apa saja yang mungkin akan terjadi, sehingga anda akan semakin merasa nyaman dan tidak gugup.

Menyadari Bahwa Orang-orang Tidak Begitu Peduli Dengan Apa yang Anda Lakukan

Salah satu sumber dari rasa gugup adalah terlalu terfokus pada apa yang akan orang-orang pikirkan tentang anda dan selalu berpikiran bahwa kritikan mereka adalah selalu mengenai diri anda. Tapi sebetulnya orang-orang tidak begitu memikirkan apa yang anda lakukan. Anda memusatkan perhatian pada permasalahan, tantangan dan kemenangan dari hari ke hari dan itu adalah hal yang sama persis dilakukan oleh orang disebelah anda.

Secara umum, orang-orang memusatkan perhatian mereka pada masalah dan tantangan mereka sendiri. Dan kritik mereka seringkali mengenai sesuatu hal yang negatif dalam hidup mereka dibandingkan apa yang telah anda lakukan, jadi tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut. Menyadari apa yang anda lakukan tidak begitu penting untuk orang lain mungkin akan sedikit mengecewakan, tapi juga bisa melegakan.

Sangatlah mudah untuk kembali pada sikap manja dan memikirkan apa yang orang pikirkan tentang anda dan apa yang anda lakukan. Tapi dengan niat, anda bisa secara perlahan-lahan untuk tidak khawatir dan repot memikirkan apa yang orang pikirkan tentag anda. Hal ini membuat anda bisa memiliki kebebasan batin untuk berbuat sesuatu dan mencoba apa yang anda inginkan karena anda tidak merasa terperangkap dalam tanggapan orang-orang.

 

Tetap Berada Pada Kenyataan

Hal ini berhubungan erat dengan bernapas dengan perut. Ketika anda mengambil napas dalam-dalam dan fokus akan membuat pikiran menjadi sunyi. Proyeksi anda tentang apa yang akan terjadi pada pertemuan atau interview akan hilang. Rasa gugup timbul dari proyeksi negatif atas apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang atau atas apa yang pernah terjadi di masa lalu, mungkin dari waktu terakhir anda melakukan pertemuan atau interview. Ketika anda fokuskan perhatian anda pada apa yang terjadi sekarang maka rasa gugup itu akan hilang.

Cara lain untuk tetap berada atau untuk kembali ke keadaan sekarang adalah dengan memperhatikan apa yang terjadi saat ini. Fokuslah pada kejadian dan suara yang ada di depan anda, jangan pikirkan laporan yang harus diselesaikan sebelum jam 5 sore, atau tentang pertemuan besok, atau apa yang ingin anda santap untuk makan malam. Pusatkan perhatian anda pada kejadian yang sedang terjadi dan jangan memikirkan hal lainnya. Buatlah itu menjadi sebuah kebiasaan dan cobalah untuk mengembangkan waktu yang anda habiskan pada keadaan sekarang sebelum pikiran anda melayang kembali. Berada pada keadaan sekarang bisa menjadi sangat bermanfaat jika anda ingin mengurangi rasa dan pikiran negatif dalam hidup anda.

sumber