YPIT Mutiara

Acara Sungkeman Kelas XII SMA IT Mutiara Duri

Bertempat di Aula YPIT Mutiara, Sabtu, 5 April 2014, dilaksanakan acara Sungkeman Kelas XII SMA IT Mutiara Duri. Acara berlangsung pukul 08.00—12.00 WIB, diikuti oleh guru-guru, siswa Kelas XII SMA IT Mutiara, dan orang tua siwa kelas XII. Acara ini merupakan rangkaian persiapan menghadapi Ujian Nasional 2014 yang sudah semakin dekat. ”Tujuan acara ini adalah persiapan mental siswa menghadapi ujian nasional 2014. Salah satu kunci keberhasilan mereka menghadapi momen yang penting itu adalah restu dari orang tua. Rida Allah terletak pada rida orang tua. Kalau orang tua sudah rida, insyaallah usaha mereka akan dipermudah dan diberikan banyak berkah,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dra. Gusni Eliza.

Keberhasilan siswa menghadapi ujian nasional tidak saja ditekankan pada persiapan penguasaan materi, tetapi juga persiapan mental. Persiapan mental ini meliputi motivasi yang kuat dan ketenangan jiwa menghadapi ujian. Ketenangan ini karunia Allah SWT yang dianugerahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang ia kehendaki. Agar Allah memberi ketenangan itu seseorang harus menjaga dirinya dari maksiat dan dosa, dan meminta ampun atas dosa yang telah ia lakukan. Salah satu dosa yang harus benar-benar dihindari adalah durhaka kepada orang tua. Tak akan selamat dan berbahagia anak-anak yang durhaka kepada orang tuanya. Apa pun yang ia lakukan tak akan memberi ketenangan kepada jiwanya jika orang tuanya tidak rida kepadanya. 

Dengan pemahaman seperti inilah digagas acara sungkeman ini. Inti acara adalah anak akan menghadap langsung pada orang tuanya. Sang anak akan bersimpuh sambil mencium tangan kedua orang tuanya. Ia meminta maaf pada orang tua atas segala kesalahannya selama ini. Jangan sampai lagi ada kekesalan di hati orang tua saat sang anak menghadapi Ujian Nasional. Kekesalan orang tua ini bisa mendatangkan murka Allah pada sang anak nantinya. Seberapa pun ia telah mempersiapkan diri, ketika rida Allah tidak hadir, siswa itu akan gagal lulus dari ujian nasional.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan pemberian sambutan oleh kepala SMA IT Mutiara, dan siraman rohani oleh Ustad Aidi Rahmat, S. Th. I. Sebagai hiburan nasyid yang ditampilkan Laila Syifa dan kawan-kawan.  Selanjutnya masuk acara inti penyampaian isi hati oleh siswa dan orang tua. Satu orang siswa, Annisa Mayasari, menyampaikan isi hati seorang anak: kebahagiaan, harapan, kekecewaannya selama ini pada dirinya sendiri, pada orang tua, pada guru, dan lain-lain. Penyampaian ini diharapkan bisa menggugah orang tua dan guru akan sesuatu yang terlewatkan dari anak-anak yang bisa menunjang pada keberhasilan mereka di masa depan. Pada bagian akhir curhatnya, siswa akan menyampaikan permintaan maaf dan restu untuk menghadapi ujian nasional. 

Penyampaian dari orang tua berisi harapan-harapan orang tua pada anaknya, kekecewaan, dan juga nasihat-nasihat yang berguna untuk masa depannya. Diharapkan sang anak akan kembali ingat pada beban yang dipikulkan di pundak mereka sebagai tanggung jawab mereka sebagai seorang anak. Setiap manusia mempunyai tanggung jawab kehidupannya, sudah semestinya seorang anak juga menyadari dan tak lupa akan hal itu. Tanpa menyadari tugasnya sebagai manusia, sang anak akan terus gagal dalam kehidupannya.

”Kami juga mengundang 35 orang anak yatim untuk diberi santunan,” kata Bu Gusni menjelaskan, ”yang langsung diserahkan sendiri oleh siswa. Siswa harus dibiasakan untuk peduli dan senang berbagi.”

Acara berlangsung tertib dan lancar.