YPIT Mutiara

Jarum Kehidupan


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bapak-Ibu sahabat sehati yang dirahmati Allah,semoga Allah karuniakan kita kemudahan untuk semakin istiqamah taat
beribadah, berihtiar, berdo'a, bertawakkal, bersabar, bersyukur dengan ikhlas terhadap segala ketentuan Allah.

JARUM KEHIDUPAN..
Jarum yang baik adalah jarum yang memiliki ujung runcing & tajam. Dalam penggunaannya, jarum biasanya ditusukkan pada kain untuk merekatkan kain yang satu dengan kain yang lain.

Jarum² itu mampu menembus lapisan kain. Tidak ada jarum yang digunakan hanya untuk sekali tusukan. Untuk memperoleh gaun yang cantik, maka kain harus dipotong sesuai dengan pola & ditusuk dengan jarum berulang kali.

Dalam kehidupan ini, banyak jarum yang menusuk kita, antara lain jarum yang sangat tajam yaitu orang-orang yang telah melukai batin kita...

Ada juga jarum yang berkarat yaitu orang-orang yang telah membawa dampak negatif bagi kehidupan kita.

Ada rasa sakit yang luar biasa saat jarum-jarum itu menusuk & menembus benteng pertahanan kita.

Ada rasa kecewa,marah,penyesalan,sakit hati & terkadang timbul rasa putus asa.
Sering kali kita terlalu fokus pada ujung jarum sehingga kita merasakan sakit yang luar biasa.

Kita menjadi lupa cara mengatasi kekecewaan itu sendiri.

Padahal Tuhan tidak pernah membuat rencana yang sia-sia bagi kita. Tuhan sedang menjahit bahkan memotong bagian yang tidak diperlukan dalam kehidupan kita .

Memang sakit rasanya tetapi ketahuilah bahwa semua yang telah terjadi dalam kehidupan kita, baik atau buruk, enak atau tidak enak, susah atau senang, suka atau duka, semua itu ada tujuannya, dan yang pasti itu (jika kita mau belajar darinya) membawa kebaikan bagi kita..

Semua ujian hidup  adalah anugerah terindah dari Allah swt.

Bagian kita adalah bersabar, belajar mengambil hal yang positif dari setiap peristiwa,tetap lakukan yang terbaik dan tetap percaya bahwa Allah SWT pasti membuat segala sesuatunya yang
terbaik untuk hambanya.
Selamat mensyukuri segala nikmat yang Allah karuniakan

 

Wassalamu’alaiku Warohmatullahi Wabarakatuh
Abdul Gaffar