YPIT Mutiara

Kriteria Pemimpin Yang Duiridhai Allah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bapak-Ibu sahabat sehati yg drahmati Allah,semoga Allah karuniakan kita kemudahan utk semakin istiqamah taat beribadah,berihtiar,berdo'a,bertawakkal, bersabar,bersyukur dengan ikhlas serta bertolong menolong dalam mengajak Ummat untuk memilih Pemimpin yang diridhai Allah agar Bangsa Indonesia terhindar dari berbagai musibah.

Kriteria pemimpin yang baik diridhai Allah:

  1. Shidq,pribadi yg istiqamah dalam kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap dan bertindak di dalam melaksanakan tugasnya. Lawannya adalah pemimpin yang senang berbohong pada rakyatnya.
  2. Amanah,pribadi yg istiqamah melaksanakan kepercayaan yang menjadikan dia memelihara dan menjaga sebaik-baiknya apa yang diamanahkan kepadanya, baik dari orang-orang yang dipimpinnya, terlebih lagi dari Allah swt. Lawannya adalah pemimpin yang khianat,hanya menebar janji pada saat ada perlunya.
  3. Fathonah,pribadi yg cerdas, cakap, dan handal yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul. Lawannya adalah  pemimpin yang bodoh dan tidak memahami situasi dan kondisi rakyat dan daerah yang dipimpinnya.
  4. Tabligh,pribadi yg peduli dg menjaga silaturrahim dan menyampaikan kebenaran secara jujur dan bertanggung jawab atas segla tindakan yg diambilnya (akuntabilitas dan transparansi). Lawannya adalah pemimpin yg menutup-nutupi (kekurangan) dan melindungi (kesalahan).


Yang terjadi saat ini jika terpilih seorang pemimpin muslim sekalipun pada akhirnya banyak yang lupa akan tugas, kewajiban dan melupakan kriteria-kriteria yg diridhai Allah sehingga pada akhirnya hanya mnyengsarakan rakyatnya.

Sebaliknya jika kriteria diatas benar-benar dijalankan dengan baik oleh mereka para calon pemimpin, insya Allah wilayah yang dipimpin dan rakyatnya akan menjadi lebih baik dan sejahtera.

Selamat memilah dan mempersiapkan serta memantapkan pilihan calon Wakil Rakyat dan Pemimpin yg diridhai Allah dan terhindar dari tipu daya janji-janji palsu.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Abdul Gaffar